“Orang yang kurang ajar dan sombong pencemooh namanya, ia berlaku dengan keangkuhan yang tak terhingga.”
Amsal 21:24
Apa sebenarnya yang membuat seseorang menjadi sombong?
Apakah karena ia kaya?
Karena memiliki jabatan tinggi?
Karena cantik, tampan, terkenal, berbakat, atau berkuasa?
Banyak orang berpikir demikian.
Namun kenyataannya, tidak selalu begitu.
Ada orang yang kaya raya tetapi tetap rendah hati.
Ada orang yang memiliki jabatan tinggi namun tetap sederhana dan menghargai sesama.
Ada pula orang yang cantik atau tampan tetapi tetap ramah dan tidak angkuh.
Sebaliknya, ada orang yang hidupnya biasa-biasa saja namun sikapnya penuh kesombongan.
Ada yang penghasilannya pas-pasan tetapi gaya hidup dan cara bicaranya seolah paling hebat.
Ada yang tidak memiliki kedudukan apa-apa tetapi sikapnya arogan seperti penguasa besar.
Ada pula yang merasa dirinya paling baik, paling pintar, atau paling menarik dibanding orang lain.
Lalu apa akar dari kesombongan itu?
Kesombongan muncul ketika seseorang mulai membandingkan dirinya dengan orang lain dan merasa dirinya lebih unggul.
Merasa lebih kaya.
Lebih pintar.
Lebih hebat.
Lebih suci.
Lebih berkuasa.
Lebih cantik.
Padahal semua yang dimiliki manusia hanyalah titipan Tuhan.
Jika Tuhan mengambil semuanya dalam sekejap, maka tidak ada lagi yang bisa dibanggakan.
Karena itu, kesombongan sebenarnya bukan soal banyak atau sedikitnya yang kita miliki, tetapi soal keadaan hati.
Hati yang tidak dijaga akan mudah dipenuhi rasa tinggi diri.
Dan saat kesombongan mulai menguasai hati, seseorang perlahan kehilangan kebijaksanaan, kerendahan hati, bahkan kasih terhadap sesamanya.
Firman Tuhan berkata:
“Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan.”
Yesaya 2:17
Karena itu, jagalah hati kita.
Tetaplah rendah hati saat diberkati.
Tetaplah sederhana saat dipuji.
Tetaplah mengasihi saat memiliki kelebihan.
Sebab semakin seseorang dekat dengan Tuhan, seharusnya semakin rendah hati pula hidupnya.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
Amsal 4:23
Selamat sejahtera dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel


