Filadelfianews.com – Felix Baumgartner adalah pemegang rekor dunia terjun bebas dari Austria, dijuluki “manusia tanpa rasa takut.” Namun benarkah seperti itu? Ternyata justru rasa takutlah yang berperan besar dalam kesuksesannya melakukan berbagai aksi menantang maut.
Rasa takut menjadi teman seperjalanannya selama mempersiapkan diri melakukan terjun bebas. Baginya, rasa takut itulah yang membuatnya ekstra hati-hati dan memperhitungkan segala situasi dengan cermat.
Dalam wawancara dengan The New York Times, ia berkata:
“Saya tahu apa saja konsekuensinya jika ada yang salah dan pikiran seperti itulah yang melintas di benak saya setiap saat. Bagaimana kalau saya tidak akan bertemu lagi dengan keluarga saya?”
Untuk mengatasi ketakutan itu, ia didampingi seorang psikolog. Rasa takut dapat diibaratkan sebagai alarm yang Tuhan tanamkan dalam diri manusia. Dengan adanya rasa takut, manusia diharapkan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya atau orang lain.
Tentu saja, ketakutan akan bermanfaat jika ditempatkan sebagaimana mestinya. Takut akan Tuhan lahir dari dorongan untuk menghormati Tuhan. Suatu rasa takut yang memungkinkan seseorang berpikir untuk melakukan hal-hal yang selaras dengan perintah-perintah-Nya.
Takut akan Tuhan membuat kita cermat dalam mengambil keputusan dan memilih. Bukan hanya berdasarkan kesenangan pribadi, melainkan menurut kehendak-Nya. Rasa takut seperti ini menghindarkan kita dari petaka dan mengantarkan kita ke dalam kebahagiaan hidup yang sejati.
“Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.”
Amsal 14:26-27
Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya.
STAY in GOD.
Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel







