Filadelfia News
Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Senin, 16 Maret 2026
“Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus.”
(Efesus 6:18 TB)
Pertanyaan penting yang perlu dijawab setiap orang percaya adalah: “What do you believe about prayer?” Apa yang sebenarnya kita yakini tentang doa?
Banyak orang Kristen berdoa, tetapi tidak memiliki pemahaman yang utuh tentang doa. Bahkan tidak sedikit yang sebenarnya meragukan kuasa doa. Akibatnya, doa hanya menjadi rutinitas religius tanpa pengalaman perjumpaan dengan Tuhan.
Ada perbedaan besar antara berdoa dan mengucapkan kalimat doa. Banyak orang mampu mengucapkan kata-kata doa, tetapi tidak benar-benar bersentuhan dengan Tuhan.
Dalam konteks Alkitab, doa adalah komunikasi antara manusia sebagai ciptaan dengan Tuhan sebagai Pencipta. Di dalam doa terjadi interaksi yang hidup, bukan sekadar rangkaian kata. Doa memiliki arah yang jelas, yaitu menuju kepada Allah dan kepada rencana-Nya.
Mengapa Banyak Orang Tidak Merasakan Tuhan Saat Berdoa?
Salah satu penyebabnya adalah karena dalam doa mereka tidak terdapat kepentingan Allah dan rencana-Nya. Doa sering kali hanya berpusat pada kebutuhan dan keinginan pribadi.
Berdoa untuk menjadi kaya atau dihormati bukanlah sesuatu yang salah. Namun hal itu tidak selalu menjadi prioritas dalam rencana Allah. Ketika doa tidak bersinggungan dengan kehendak Tuhan, doa itu kehilangan arah.
Itulah sebabnya ada begitu banyak doa yang tidak terkabulkan—bukan karena cara berdoanya salah, tetapi karena tujuan doa tersebut tidak selaras dengan rencana Allah.
Doa adalah Medan Pertempuran Rohani
Doa bukan sekadar permohonan, tetapi juga medan peperangan rohani. Dalam doa, orang percaya belajar menyelaraskan hatinya dengan kehendak Allah, menyerahkan keinginan pribadi, dan mencari rencana Tuhan bagi hidupnya.
Ketika doa berpusat pada kehendak Allah, doa tidak lagi menjadi rutinitas kosong, melainkan menjadi kekuatan yang mengubah kehidupan.
Kiranya setiap orang percaya belajar membangun kehidupan doa yang sejati—doa yang bukan hanya berisi kata-kata, tetapi doa yang sungguh-sungguh terhubung dengan hati Tuhan dan rencana-Nya.
Soli Deo Gloria.


