FiladelfiaNews.com
“Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.”
Amsal 14:27
Banyak orang berlomba-lomba bukan untuk mencari hadirat Tuhan, tetapi justru hanya mengejar berkat dari Tuhan.
Banyak orang berlomba-lomba bukan untuk menerima anugerah keselamatan dari Tuhan, melainkan berharap pada usaha dan upah manusia melalui berbagai ritual keagamaan, kegiatan kerohanian, serta tata cara ajaran manusia.
Banyak orang juga berlomba-lomba bukan untuk mengalami kasih karunia Tuhan, tetapi hanya mengejar apa yang bisa diberikan dan pahala apa yang bisa diterima.
Padahal ada perbedaan besar antara agama dan anugerah.
Agama sering dipahami sebagai usaha manusia untuk memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal.
Tetapi anugerah adalah cara Tuhan sendiri untuk memberikan keselamatan dan hidup yang kekal kepada ciptaan-Nya.
Keselamatan tidak diberikan karena manusia baik, melainkan karena Tuhan itu baik dan penuh kasih.
Anugerah keselamatan adalah karya Tuhan yang ditawarkan kepada seluruh umat manusia. Karena itu hidup yang kita jalani hari ini pun adalah anugerah—anugerah bagi diri kita sendiri, bagi keluarga kita, dan bagi orang-orang di sekitar kita.
Hidup ini penuh misteri.
Hari ini kita bisa tertawa, tetapi mungkin besok kita akan menangis. Karena itu Firman Tuhan mengingatkan agar manusia mencari Tuhan selagi Ia berkenan ditemui, dan berseru kepada-Nya selagi Tuhan dekat.
Hari ini mungkin kita berada di puncak kehidupan. Namun siapa yang tahu, esok hari kita bisa berada di titik terendah, bahkan harus meninggalkan semua yang kita miliki di dunia ini.
Karena itu belajarlah bersyukur atas apa yang kita miliki hari ini.
Jika kita memiliki kelimpahan, belajarlah untuk berbagi kepada mereka yang kekurangan. Dan jika kita tidak mampu memberi dalam bentuk materi, kita tetap bisa memberi dalam bentuk lain.
Sebuah senyuman, misalnya.
Senyum yang tulus dapat membangkitkan iman, memberi harapan, dan menguatkan seseorang yang sedang lemah. Terlalu mudah bagi manusia untuk hidup hanya bagi dirinya sendiri dan bersikap masa bodoh terhadap sesama. Namun sikap seperti itu justru membuat hidup menjadi kosong, kesepian, dan tidak pernah merasa puas.
Sebaliknya, ketika kita belajar memberkati dan menguatkan orang lain, bahkan ketika mereka tidak mengetahuinya, Tuhan melihat setiap perbuatan itu.
Dan Tuhan sendiri yang akan mencurahkan berkat-Nya atas hidup kita.
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”
Mazmur 103:13
Karena itu marilah kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur atas semua yang Tuhan Yesus berikan dalam hidup kita.
Selamat beraktivitas dalam perkenan-Nya.
Tetap tinggal di dalam Tuhan (Stay in God).
Jaga kesehatan, tetap semangat dan penuh antusias. Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya, sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi, dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel


