FiladelfiaNews.com
Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Senin, 09 Maret 2026
“Dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”
(Efesus 4:27 TB)
“Dalam hal itu, janganlah beri celah kepada iblis untuk mengalahkanmu.” (TSI)
Kehidupan orang percaya di tengah dunia sering digambarkan seperti domba di antara serigala. Artinya, dunia tempat kita hidup tidak selalu bersahabat dengan iman. Karena itu, kewaspadaan menjadi sikap yang sangat penting dalam perjalanan iman.
Sering kali kegagalan rohani tidak terjadi secara tiba-tiba. Banyak kegagalan justru dimulai dari celah kecil—ketika seseorang mulai tidak waspada, lengah, dan membiarkan hal-hal yang tidak benar masuk ke dalam hidupnya.
Rasul Paulus memahami realitas ini. Karena itu dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, ia menasihati mereka untuk tetap menjaga kehidupan yang benar dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi kuasa jahat untuk bekerja.
Siapakah Iblis yang Dimaksud Paulus?
Paulus menggunakan istilah Yunani διάβολος (diabolos), yang berarti devil atau satan. Dalam sastra Yunani kuno, kata ini juga berarti pemfitnah, penuduh, atau pihak yang menyebarkan tuduhan dan kebohongan.
Istilah ini menggambarkan suatu entitas yang bekerja untuk merusak, menuduh, dan menjatuhkan manusia melalui berbagai cara. Menariknya, istilah yang digunakan Paulus ini juga merujuk pada sosok yang sama yang mencobai Yesus setelah Ia berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun.
Menutup Celah
Karena itu, firman Tuhan mengingatkan agar orang percaya tidak memberi celah sedikit pun bagi pekerjaan iblis. Celah itu bisa muncul melalui kelengahan, kompromi kecil terhadap dosa, atau sikap hati yang tidak dijaga.
Ketika celah terbuka, kuasa kegelapan akan mencoba masuk untuk merusak iman, memecah relasi, dan melemahkan kehidupan rohani.
Sebaliknya, kehidupan yang berjaga-jaga, hidup dalam firman, doa, dan ketaatan kepada Tuhan akan menutup setiap celah yang dapat dimanfaatkan oleh musuh.
Kiranya setiap orang percaya terus menjaga hidupnya dengan kewaspadaan rohani, sehingga tidak memberi ruang bagi kejahatan, tetapi tetap berdiri teguh dalam kebenaran dan kemenangan di dalam Kristus.
Soli Deo Gloria.


