Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Rabu, 18 Maret 2026
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;”
(Efesus 6:10–11 TB)
Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus dengan sebuah kesadaran yang sangat kuat: kehidupan orang percaya adalah peperangan rohani. Dalam pelayanannya, Paulus tidak berjalan sendiri. Ia membutuhkan dukungan doa dari jemaat untuk menopang pelayanannya, khususnya dalam pemberitaan Injil.
Paulus memahami bahwa apa yang ia hadapi bukanlah tantangan biasa, melainkan pertempuran yang nyata dan berat, bahkan dengan risiko kehilangan nyawa. Namun yang menarik, Paulus tidak meminta jemaat berdoa agar ia menjadi kaya, panjang umur, atau mendapatkan kehormatan.
Yang Paulus minta adalah satu hal:
keberanian untuk memberitakan rahasia Injil.
Makna Peperangan Rohani
Sejak awal pelayanannya, Paulus telah menyadari bahwa kekayaan, jabatan, dan kehormatan bukanlah hal utama yang harus dipertahankan. Semua itu bersifat sementara dan pada akhirnya akan ditinggalkan.
Peperangan rohani bukanlah tentang mengejar keinginan pribadi, tetapi tentang menerima kuasa Tuhan untuk menjalankan rencana-Nya.
Battle in Prayer bukanlah doa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, melainkan doa agar kita diperlengkapi dengan kuasa Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya.
Kesalahpahaman tentang Peperangan
Banyak orang memahami peperangan rohani sebagai pertarungan antara Allah melawan iblis. Pemahaman ini tidak tepat, karena iblis telah dikalahkan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus di kayu salib.
Peperangan orang percaya bukan lagi soal kemenangan akhir—karena kemenangan itu sudah terjadi—melainkan bagaimana hidup dalam kemenangan itu.
Medan Peperangan yang Sebenarnya
Medan peperangan orang percaya hari ini bukanlah melawan hal-hal lahiriah, tetapi:
- Melawan rasa takut untuk bersaksi
- Melawan ketidaktaatan terhadap panggilan Tuhan
- Melawan keinginan untuk hidup nyaman tanpa misi
Peperangan sejati adalah tetap setia memberitakan Injil Kristus, apa pun risikonya.
Kiranya setiap orang percaya dikuatkan di dalam Tuhan, mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, dan hidup dengan keberanian untuk menjalankan panggilan-Nya hingga ke seluruh bumi.
Soli Deo Gloria.


