Matias: Rasul Pengganti yang Dipilih Tuhan untuk Mengisi Tempat yang Kosong
“Ketika Kesetiaan dalam Kesunyian Dipakai Tuhan untuk Tugas Besar”
Di antara nama-nama rasul Tuhan Yesus, Matias sering kali menjadi salah satu yang paling jarang dibahas. Ia bukan bagian dari dua belas murid pertama selama pelayanan Yesus di Galilea. Ia juga tidak banyak muncul dalam kisah-kisah Injil.
Namun setelah pengkhianatan dan kematian Yudas Iskariot, Tuhan memakai Matias untuk mengisi tempat yang kosong di antara para rasul.
Kisah Matias mengajarkan bahwa Tuhan melihat orang-orang yang tetap setia walaupun tidak selalu berada di depan sorotan.
Dan pada waktu yang tepat, Tuhan dapat memanggil mereka untuk tugas besar dalam Kerajaan-Nya.
Siapakah Matias?
Nama Matias muncul dalam Kisah Para Rasul pasal 1.
Setelah kenaikan Yesus ke surga, para murid berkumpul bersama untuk berdoa dan mencari pengganti Yudas Iskariot yang telah jatuh karena pengkhianatannya.
Petrus kemudian menjelaskan bahwa posisi Yudas harus digantikan sesuai dengan Kitab Suci.
Dua orang diajukan:
- Yusuf yang disebut Barsabas
- Matias
Keduanya adalah orang-orang yang telah lama mengikuti pelayanan Yesus sejak awal.
Ini menunjukkan bahwa Matias bukan orang baru.
Walaupun tidak terkenal, ia ternyata telah setia mengikuti Kristus dalam waktu yang panjang.
Dipilih Setelah Doa, Bukan Ambisi
Salah satu hal paling penting dalam kisah Matias adalah cara pemilihannya.
Para rasul tidak memilih berdasarkan popularitas atau ambisi pribadi.
Mereka terlebih dahulu berdoa:
“Ya Tuhan, Engkau mengenal hati semua orang.”
Lalu mereka membuang undi, dan pilihan jatuh kepada Matias.
Dalam konteks zaman itu, membuang undi dipahami sebagai cara mencari kehendak Tuhan sebelum pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta.
Pesan rohaninya sangat penting:
Pelayanan dalam Kerajaan Allah bukan soal mencari posisi, tetapi tentang panggilan Tuhan.
Matias tidak mempromosikan dirinya.
Ia dipilih Tuhan pada waktu yang tepat.
Kesetiaan yang Tidak Terlihat Manusia
Sebelum dipilih menjadi rasul, Matias hidup dalam “kesunyian pelayanan.”
Ia sudah mengikuti Yesus sejak baptisan Yohanes sampai kenaikan Kristus, tetapi namanya hampir tidak pernah disebut.
Namun Tuhan melihat kesetiaannya.
Ini menjadi penghiburan besar bagi banyak orang percaya hari ini.
Kadang manusia merasa pelayanannya tidak diperhatikan.
Kadang kesetiaan terasa tidak dihargai.
Tetapi kisah Matias menunjukkan:
Tuhan melihat setiap kesetiaan yang tersembunyi.
Dan pada waktunya, Tuhan dapat memakai seseorang lebih besar daripada yang pernah dibayangkan.
Rasul yang Melanjutkan Kesaksian tentang Kristus
Setelah dipilih menjadi rasul, Matias mengambil bagian bersama sebelas rasul lainnya dalam memberitakan Injil Kristus yang bangkit.
Ia menjadi saksi bahwa:
- Yesus benar-benar mati dan bangkit
- Keselamatan hanya ada di dalam Kristus
- Injil harus diberitakan sampai ke ujung bumi
Walaupun Alkitab tidak mencatat banyak detail tentang pelayanannya setelah Kisah Para Rasul pasal 1, tradisi Gereja mula-mula menyebut Matias memberitakan Injil ke berbagai wilayah.
Beberapa tradisi menyebut daerah seperti:
- Yudea
- Kapadokia
- Ethiopia
- Wilayah sekitar Laut Kaspia
Walaupun detail sejarahnya berbeda-beda dalam beberapa sumber kuno, Gereja mula-mula tetap menghormatinya sebagai rasul yang setia.
Mati Syahid demi Injil
Tradisi Gereja mencatat bahwa Matias akhirnya mati syahid karena pemberitaan Injil.
Beberapa sumber kuno menyebut ia mengalami penganiayaan dan dibunuh karena tetap memberitakan Kristus.
Dari seorang murid yang hampir tidak dikenal, Matias menjadi saksi Injil yang rela menyerahkan hidupnya bagi Tuhan.
Tuhan Mengisi Kekosongan dengan Orang yang Setia
Kisah Matias juga mengandung pesan penting tentang pemulihan.
Posisi Yudas yang kosong akibat pengkhianatan tidak dibiarkan tetap kosong.
Tuhan menyediakan pengganti.
Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan tidak gagal karena kegagalan manusia.
Kerajaan Allah terus berjalan.
Dan Tuhan sering memakai orang-orang sederhana dan tersembunyi untuk melanjutkan pekerjaan-Nya.
Pelajaran Rohani dari Kehidupan Matias
1. Tuhan Melihat Kesetiaan yang Tersembunyi
Matias tidak terkenal selama pelayanan Yesus.
Tetapi Tuhan melihat kesetiaannya sejak awal.
Kesetiaan kecil tidak pernah sia-sia di mata Tuhan.
2. Panggilan Tuhan Tidak Berdasarkan Popularitas
Matias dipilih bukan karena ambisi pribadi.
Ia dipilih karena Tuhan mengenal hatinya.
Pelayanan sejati lahir dari panggilan Tuhan, bukan pencarian kedudukan.
3. Tuhan Dapat Memakai Orang yang Tidak Banyak Dikenal
Sebelum Kisah Para Rasul 1, nama Matias hampir tidak terdengar.
Namun Tuhan mengangkatnya menjadi rasul.
Ini membuktikan bahwa Tuhan dapat memakai siapa saja yang setia kepada-Nya.
Penutup
Matias mungkin bukan rasul yang paling terkenal dalam Alkitab.
Namun hidupnya menjadi bukti bahwa Tuhan tidak pernah melupakan orang-orang yang setia dalam kesunyian.
Ia tidak mencari sorotan.
Ia tidak mengejar posisi.
Ia hanya tetap mengikuti Kristus dengan setia.
Dan pada waktu yang ditentukan Tuhan, Matias dipakai untuk menjadi bagian penting dalam sejarah Gereja mula-mula.
Kisah Matias mengingatkan bahwa di mata Tuhan, kesetiaan lebih berharga daripada popularitas.
Dan Tuhan sanggup memakai orang biasa untuk mengerjakan perkara luar biasa bagi Kerajaan-Nya.
Catatan Kaki / Referensi
- Alkitab Terjemahan Baru LAI — Kisah Para Rasul 1:15-26.
- Eusebius of Caesarea, Ecclesiastical History.
- Clement of Alexandria — tradisi mengenai pelayanan Matias.
- Hippolytus of Rome — catatan pelayanan para rasul.
- F.F. Bruce, The Twelve Apostles.
- The New Bible Dictionary, InterVarsity Press — pembahasan historis tentang Rasul Matias.
- Keterangan Gb Menggunakan Teknologi AI


