Terlambat Menurut Manusia, Tepat Menurut Waktu Tuhan
Filadelfianews.com Ada masa ketika seseorang sudah berdoa begitu lama, tetapi jawaban belum juga datang. Hari terus berjalan, usia bertambah, keadaan tampak tidak berubah, dan hati mulai lelah menanti. Dalam kondisi seperti itu, manusia sering merasa Tuhan terlalu lama bekerja.
Hal serupa pernah dialami Abraham. Tuhan menjanjikan keturunan kepadanya, padahal secara manusia keadaan itu hampir mustahil terjadi. Tahun demi tahun berlalu tanpa tanda-tanda penggenapan. Namun Abraham akhirnya belajar bahwa Tuhan tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya. Apa yang Tuhan tetapkan selalu terjadi tepat pada waktunya.
Sering kali manusia mengukur pekerjaan Tuhan dengan ukuran waktu sendiri. Ketika doa belum dijawab, pintu belum terbuka, atau keadaan belum berubah, hati mulai dipenuhi pertanyaan: “Tuhan, mengapa begitu lama?”
Padahal keterlambatan menurut manusia belum tentu penolakan dari Tuhan. Bisa jadi Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang mampu dipahami saat ini.
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:11 berkata:
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”
Keindahan bukan hanya terletak pada hasil akhirnya, tetapi juga pada waktu penggenapannya. Ada berkat yang belum diberikan hari ini karena Tuhan sedang membentuk hati, memperkuat iman, dan mempersiapkan seseorang agar mampu menerima apa yang akan dipercayakan-Nya.
Masa penantian memang tidak mudah. Menunggu sering kali menghadirkan air mata, pergumulan, bahkan rasa hampir menyerah. Namun justru dalam masa itulah Tuhan bekerja secara diam-diam. Ia sedang melatih kesabaran, mendewasakan iman, dan mengajar umat-Nya untuk tetap percaya sekalipun belum melihat jawaban.
Mazmur 37:7 mengingatkan:
“Berdiam dirilah di hadapan YHWH dan nantikanlah Dia.”
Karena itu, jangan terburu-buru menganggap Tuhan terlambat hanya karena jawaban belum terlihat hari ini. Apa yang tampak lambat di mata manusia sering kali justru merupakan waktu terbaik menurut kehendak Tuhan.
Dan saat waktunya tiba, semuanya akan menjadi jelas:
Tuhan tidak pernah datang terlalu cepat, tetapi juga tidak pernah terlambat. Semua indah tepat pada waktunya.
(rt/rgy)
Editor: Tim Redaksi
