Wali Kota Bekasi Pastikan Korban Insiden Mobil Distribusi Dapat Pendampingan Hingga Pulih
Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat menindaklanjuti kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan distribusi SPPG di kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi korban dan memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak.
Tri Adhianto mendatangi rumah duka korban meninggal dunia serta menjenguk korban luka yang masih menjalani perawatan medis di RS Siloam Sentosa. Dalam kunjungannya, ia memastikan pemerintah daerah akan memberikan perhatian penuh terhadap seluruh korban.
“Kami memastikan korban yang saat ini dirawat mendapatkan penanganan kesehatan secara maksimal sampai benar-benar pulih,” ujar Tri Adhianto.
Selain bantuan medis, Pemerintah Kota Bekasi juga menyatakan siap membantu kebutuhan pendidikan anak korban meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Tri, pemerintah daerah ingin memastikan keluarga korban tetap mendapatkan pendampingan dan perhatian di tengah situasi duka yang dialami.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat kendaraan box distribusi melintas di kawasan jalan lingkungan Aren Jaya. Berdasarkan laporan sementara, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menabrak gerobak pedagang di sekitar lokasi.
Insiden itu menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dagangan milik warga di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sopir, kondisi kendaraan, serta sejumlah saksi dan bukti pendukung lainnya.
Pemkot Bekasi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses penanganan korban berjalan baik sekaligus memastikan hak-hak korban dapat terpenuhi secara maksimal.
Jurnalis: Romo Kefas
