Spread the love

Filadelfianews.com – Ada seseorang yang pernah memutuskan untuk berubah. Ia mulai meninggalkan kebiasaan lama dan mencoba hidup yang lebih baik. Awalnya memang tidak mudah, tapi ia mulai melihat kemajuan. Ada harapan.

Namun lama-kelamaan, ia merasa lelah. Hasil yang diharapkan belum terlihat. Ia mulai ragu dan berpikir, “Sepertinya dulu lebih enak.” Tanpa sadar, ia kembali ke kebiasaan lamanya—ke hal-hal yang sudah ia kenal dan terasa nyaman.

Hari-harinya berjalan lagi seperti biasa. Tidak ada tekanan, tidak ada tantangan. Tapi ada yang terasa kurang. Ia memang sibuk, tetapi tidak berkembang. Ia menjalani rutinitas, tetapi tidak bertumbuh.

Sampai suatu saat, ia sadar: hidupnya seperti berjalan di tempat. Tidak jatuh, tapi juga tidak maju. Dari situ, ia mulai mengambil keputusan kecil—kembali ke arah yang benar, meski harus pelan-pelan.

Ia mulai lagi, sedikit demi sedikit. Tidak langsung mudah, tetapi kali ini ia lebih fokus. Perlahan, perubahan mulai terlihat. Hidupnya mulai bergerak lagi. Apa yang dulu terasa buntu, mulai terbuka.

Sering kali, kembali ke kebiasaan lama memang terasa lebih nyaman. Kita tidak perlu berjuang keras. Tapi tanpa kita sadari, itu membuat kita berhenti bertumbuh.

Sebaliknya, saat kita tetap memilih untuk maju—meski pelan dan tidak selalu nyaman—di situlah kita berkembang.

Mungkin saat ini kamu sedang merasa lelah dan ingin kembali ke cara lama. Itu wajar. Tapi ingat, mundur hanya akan membuatmu tetap di tempat.

Karena itu, tetaplah melangkah ke depan.

Tidak harus cepat, yang penting tidak kembali.

(rt / rgy)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *