KEKUATAN KITA
Kekuatan kita terletak pada satu hal yang sederhana namun sangat menentukan:
tetap beriman kepada Tuhan Yesus, tetap berpikir optimis, dan tetap bersikap positif dalam segala keadaan.
“Untuk apa membangun parit di musim paceklik?
Untuk apa membuat parit jika tidak ada air?”
Itulah cara berpikir orang pesimis.
Sebaliknya, orang optimis melihat dari sudut pandang yang berbeda:
“Bagaimana kita bisa mendapatkan air, jika kita tidak membangun parit terlebih dahulu?”
Perbedaannya bukan pada situasi, tetapi pada cara berpikir.
Orang pesimis akan berkata:
“Untuk apa membangun pelabuhan kalau belum ada kapal?”
“Untuk apa membuat jalan kalau belum banyak yang lewat?”
“Untuk apa membangun jika kondisi belum mendukung?”
Namun orang yang berpikir maju akan berkata:
“Bangun dulu wadahnya, maka kesempatan akan datang.”
Inilah yang dilakukan oleh negara Tiongkok. Mereka membangun pelabuhan, jalan tol, dan berbagai infrastruktur dalam skala besar—bahkan ketika belum terlihat hasilnya. Mereka percaya, jika wadah sudah siap, maka peluang akan datang dengan sendirinya.
Mereka tidak menunggu air untuk membuat parit.
Mereka membuat parit terlebih dahulu untuk menyambut air.
Dan hasilnya?
Kini mereka menjadi salah satu negara maju di dunia.
Dari sini kita belajar dua hal penting:
1. Bersikaplah positif, bahkan dalam keadaan yang tidak memungkinkan.
Jangan biarkan keadaan mengendalikan kita.
Bangkitlah dan berdirilah di atas keadaan.
2. Persiapkan kapasitas diri kita.
Siapkan “wadah” dalam hidup kita—iman, karakter, kemampuan—agar kita siap menerima berkat yang Tuhan sediakan.
Karena seringkali, berkat tidak datang bukan karena Tuhan tidak memberi,
tetapi karena kita belum siap menerimanya.
“Bagaimana kita bisa mendapatkan air, kalau tidak membangun parit terlebih dahulu?”
“Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.”
Amsal 19:20
Selamat berkarya dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel







