FiladelfiaNews.com – Ada satu pujian yang begitu sederhana, namun sangat dalam maknanya: “Allah itu baik” (God is so good). Lagu ini sering kita nyanyikan di gereja, di rumah, bahkan dalam perjalanan. Kalimatnya singkat, tetapi mengandung kebenaran besar yang tidak pernah berubah.
Kebaikan Allah bukan sekadar slogan rohani. Itu adalah realitas yang dinyatakan berulang kali dalam Alkitab:
- “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” (Mazmur 34:9)
- “TUHAN itu baik kepada semua orang…” (Mazmur 145:9)
- “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!” (Mazmur 136:1)
Pertanyaannya: kepada siapa kebaikan Allah itu diberikan?
Alkitab menunjukkan bahwa kebaikan Tuhan dinyatakan kepada dua kelompok manusia:
- Mereka yang belum percaya kepada-Nya
- Mereka yang sudah percaya kepada-Nya
Ini menunjukkan satu hal penting: kebaikan Allah tidak terbatas oleh status manusia.
KEBAIKAN TUHAN BAGI MEREKA YANG BELUM PERCAYA
1. Pemeliharaan setiap hari
Allah tetap memberi kehidupan kepada semua orang tanpa kecuali. Matahari terbit, hujan turun, udara dapat dihirup—semua itu adalah bukti kebaikan-Nya.
“Yesus berkata bahwa Bapa di sorga menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik.” (Matius 5:45)
Ini disebut kasih karunia umum, yaitu kebaikan Tuhan yang dirasakan semua orang.
2. Kerinduan akan Allah dalam hati manusia
Setiap manusia memiliki “ruang kosong” dalam hati yang hanya bisa diisi oleh Tuhan (Pengkhotbah 3:11).
Itulah sebabnya manusia selalu mencari sesuatu yang lebih tinggi, meskipun kadang salah arah. Kerinduan itu adalah bukti bahwa manusia diciptakan untuk mengenal Allah.
3. Mendengar doa bagi mereka yang terhilang
Banyak orang bertobat karena ada yang berdoa bagi mereka.
Rasul Paulus berdoa agar bangsanya diselamatkan (Roma 10:1). Sejarah juga mencatat bagaimana doa seorang ibu bisa mengubah hidup anaknya.
Artinya, Tuhan peduli bahkan sebelum seseorang percaya kepada-Nya.
4. Memberi kesempatan untuk bertobat
Tuhan tidak langsung menghukum orang berdosa karena Ia sabar.
“Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa…” (2 Petrus 3:9)
Kesabaran Tuhan adalah bentuk kebaikan-Nya.
5. Memberkati melalui orang percaya
Kadang orang yang belum percaya tetap menerima berkat karena hidup dekat dengan orang beriman.
Seperti Potifar yang diberkati karena Yusuf (Kejadian 39:5), atau keluarga yang dikuatkan oleh satu anggota yang percaya (1 Korintus 7:14).
KEBAIKAN TUHAN BAGI ORANG PERCAYA
Jika kepada yang belum percaya saja Tuhan sudah begitu baik, apalagi kepada mereka yang hidup di dalam Dia.
A. Hidup kekal dimulai sekarang
Hidup kekal tidak dimulai saat seseorang mati, tetapi sejak ia percaya (Yohanes 6:47). Ini adalah kepastian, bukan sekadar harapan.
B. Doa yang dijawab
Tuhan mendengar dan menjawab doa, bukan karena kita layak, tetapi karena Dia baik.
C. Penyertaan Tuhan
“Tuhan tidak akan meninggalkan kita.” (Ibrani 13:5)
Dalam setiap situasi, Tuhan tetap hadir.
D. Firman sebagai penuntun hidup
Firman Tuhan adalah makanan rohani, kompas kehidupan, dan pegangan menuju tujuan akhir.
E. Harapan masa depan yang luar biasa
Orang percaya memiliki janji kebangkitan, pengangkatan, dan kehidupan kekal bersama Tuhan (1 Tesalonika 4:13-18).
PENUTUP: TETAPLAH DI DALAM TUHAN
Kebaikan Allah bukan hanya untuk dinikmati, tetapi untuk disadari dan diresponi.
Dunia bisa berubah.
Keadaan bisa naik turun.
Manusia bisa mengecewakan.
Tetapi satu hal tetap: Allah itu baik.
Karena itu, pilihan terbaik dalam hidup adalah tetap tinggal di dalam Tuhan.
Penulis: Abah Daniel


