FiladelfiaNews.com
Suatu ketika diceritakan ada seorang koboi rodeo yang sedang berlatih dengan seekor banteng besar. Namun sebelum ia benar-benar siap, banteng tersebut sudah menyerangnya lebih dahulu. Seketika itu juga sang koboi lari terbirit-birit menyelamatkan diri. Ia berlari menuju pagar setinggi enam kaki, dan dengan satu lompatan penuh tenaga, ia berhasil melewatinya dan selamat.
Beberapa hari kemudian, koboi itu kembali ke arena. Kali ini tanpa adanya banteng. Ia mencoba kembali melompati pagar yang sama, sambil bertanya-tanya dalam hatinya: bagaimana dulu ia bisa melompati pagar setinggi itu?
Ia mencoba berulang kali. Namun hasilnya sama—ia tidak berhasil.
Mengapa?
Karena saat dikejar banteng, ia memiliki alasan yang sangat kuat: bertahan hidup. Saat itu, ia berada di antara hidup dan mati. Sementara pada percobaan kedua, tidak ada ancaman. Tidak ada tekanan. Tidak ada dorongan yang sama.
Ketakutan ternyata mampu mendorong seseorang melakukan hal-hal yang luar biasa.
Kita sering mendengar kisah nyata: seorang ibu yang mampu mengangkat mobil demi menyelamatkan anaknya, atau seseorang yang tiba-tiba memiliki kekuatan di luar batas normal saat berada dalam situasi genting.
Namun, tidak semua ketakutan menghasilkan respons yang positif. Justru lebih sering, ketakutan membuat kita bereaksi secara negatif—menjadi cemas, ragu, dan kehilangan arah.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa: Yesus tidak pernah memberikan roh ketakutan kepada kita.
Sebaliknya, Roh yang diberikan Tuhan adalah Roh yang membangkitkan:
- kekuatan,
- kasih,
- dan ketertiban.
Karena itu, kita harus belajar untuk tidak dikuasai oleh ketakutan, tetapi membiarkan hidup kita dipimpin oleh Roh Allah.
Hanya dengan pimpinan Roh Kudus, kita mampu:
- berpikir jernih,
- bertindak benar,
- dan tetap kuat, bahkan dalam situasi yang paling menakutkan sekalipun.
SAAT KETAKUTAN MENGHADANG, IZINKAN ROH ALLAH MEMIMPIN HIDUP KITA.
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
— 2 Timotius 1:7
Selamat sejahtera, dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya, sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Abah Daniel


