BOGOR — Di tengah pergumulan melawan penyalahgunaan narkotika, secercah harapan hadir melalui pelayanan yang mengedepankan kasih, pemulihan, dan penerimaan. Upaya ini tampak dalam pertemuan antara Yayasan Rehabilitasi Kayfa Kasih dan Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB), Rabu (8/4/2026), yang menekankan pentingnya pendekatan rohani dalam proses pemulihan korban.
Pemilik Yayasan Rehabilitasi Kayfa Kasih, Endang Ahdiah, menyampaikan bahwa pemulihan sejati tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga hati dan kehidupan batin seseorang. Menurutnya, banyak korban yang membutuhkan bukan hanya perawatan, tetapi juga penerimaan dan kasih tanpa penghakiman.
“Pemulihan bukan sekadar berhenti dari ketergantungan, tetapi mengalami perubahan hidup. Di sinilah kasih dan pendampingan menjadi kunci,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk dipulihkan dan dipulihkan kembali, selama diberikan ruang dan dukungan yang benar.
Ketua FWBB, Iwan Boring, melihat bahwa media juga memiliki peran dalam menyuarakan nilai-nilai kebaikan dan harapan di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa pemberitaan yang membangun dapat menjadi bagian dari pelayanan yang menjangkau lebih luas.
“Media bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan pemulihan, bahwa tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan,” katanya.
Pertemuan ini menjadi awal dari komitmen bersama untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh nilai-nilai rohani. Kampanye yang direncanakan diharapkan mampu membuka hati masyarakat agar lebih menerima dan mendukung mereka yang sedang menjalani proses pemulihan.
Dalam perspektif iman, setiap jiwa berharga dan layak untuk diselamatkan. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi tidak hanya dipandang sebagai program sosial, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan kasih yang menghadirkan harapan baru bagi mereka yang ingin bangkit.
Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak kehidupan yang dipulihkan, dan semakin luas kesadaran bahwa kasih mampu mengubah setiap luka menjadi kesaksian.


