FiladelfiaNews.com
Yohanes 20:24–29
Ada satu hal yang sering disembunyikan dalam kehidupan rohani:
keraguan.
Banyak orang percaya berpura-pura kuat.
Berkata “amin”… tapi di dalam hati penuh tanda tanya.
Namun Alkitab tidak pernah menampilkan iman sebagai sesuatu yang steril dari pergumulan.
Justru iman yang sejati lahir dari pergulatan yang jujur.
Tomas: Potret Iman yang Tidak Palsu
Tomas bukan orang yang tidak percaya.
Ia adalah orang yang tidak mau percaya secara dangkal.
Ketika murid-murid lain berkata, “Kami telah melihat Tuhan,”
Tomas tidak ikut arus.
Ia berkata:
“Jika aku tidak melihat… aku tidak akan percaya.”
Ini bukan penolakan.
Ini adalah kejujuran.
Dan iman yang jujur selalu lebih berharga
daripada iman yang sekadar ikut-ikutan.
Yesus Tidak Menghindari Orang yang Bergumul
Ketika Yesus datang kembali,
Ia langsung menuju Tomas.
Bukan untuk mempermalukan.
Bukan untuk menghakimi.
Tetapi untuk menjawab.
“Taruhlah jarimu di sini… jangan tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
Ini menunjukkan satu hal yang sangat penting:
Tuhan tidak takut pada pertanyaanmu.
Ia hanya tidak ingin kamu berhenti mencari.
Masalahnya Bukan Keraguan—Tapi Arah Keraguan Itu
Keraguan bisa membawa dua arah:
- Mendekat kepada Tuhan
- Atau menjauh dari Tuhan
Tomas memilih tetap tinggal.
Ia tidak meninggalkan persekutuan.
Dan di situlah Yesus datang.
Banyak orang hari ini gagal bukan karena mereka ragu,
tetapi karena mereka pergi saat ragu.
Dari Bukti ke Penyembahan
Tomas awalnya meminta bukti.
Namun ketika berjumpa dengan Yesus,
ia tidak lagi menuntut apa-apa.
Ia hanya berkata:
“Ya Tuhanku dan Allahku!”
Ini adalah perubahan besar:
dari keraguan → perjumpaan → penyembahan.
Iman yang lahir dari pergumulan
akan menghasilkan pengenalan yang lebih dalam.
Iman Kristen: Bukan Buta, Tapi Bersandar
Yesus berkata:
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Ini bukan anti-logika.
Ini bukan melarang berpikir.

Ini adalah undangan untuk percaya kepada kebenaran yang telah dinyatakan,
bukan hanya kepada apa yang bisa dilihat.
Iman Kristen bukan buta.
Iman Kristen adalah respons terhadap wahyu Allah.
Realita Hari Ini: Banyak yang Ragu, Sedikit yang Bertahan
Kita hidup di zaman penuh informasi,
tetapi juga penuh kebingungan.
Banyak orang:
- mempertanyakan iman
- mempertanyakan Tuhan
- mempertanyakan kebenaran
Namun sayangnya,
tidak semua mau bertahan dalam proses itu.
Padahal iman tidak bertumbuh di tempat yang nyaman,
tetapi di tempat yang diuji.
Refleksi: Kamu Sedang Ragu atau Sedang Lari?
Hari ini mungkin kamu sedang:
- kecewa
- bertanya
- tidak mengerti jalan Tuhan
Itu tidak salah.
Yang berbahaya adalah ketika kamu memilih pergi.
Karena Tuhan tidak menjanjikan semua jawaban instan,
tetapi Ia menjanjikan satu hal:
Ia akan datang menjumpai.
Jangan Menyerah di Tengah Pertanyaan
Keraguan bukan akhir iman.
Keraguan bisa menjadi awal yang lebih dalam—
jika kita tetap tinggal.
Karena di balik setiap pertanyaan yang jujur,
ada Tuhan yang siap menjawab… dengan cara-Nya.
Tuhan tidak menolak orang yang ragu—
tetapi Ia kehilangan mereka yang memilih pergi.
Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K (Romo Kefas)


