FiladelfiaNews.com
Hidup ini bukan sekedar pasrah pada “takdir”, semua bergantung dari setiap hal yang kita jalani bersama Tuhan.
Ada seorang lelaki yang tanpa sengaja jatuh ke sungai yang deras melaju ke arah air terjun yang berbahaya dan tinggi, orang-orang yang melihat peristiwa itu menjadi kuatir akan nyawanya. Ajaibnya dia muncul dalam keadaan hidup dan tanpa luka ke arah muara air terjun itu.
Orang-orang bertanya kepadanya,
“Bagaimanakah engkau berhasil bertahan hidup?”
“Aku memasrahkan diriku kepada air, bukannya air bertentangan kepadaku, tanpa berpikir lagi, aku membiarkan diriku dibawa dan dibentuk olehnya. Dengan masuk ke dalam putaran air, aku keluar bersama putaran air itu. Begitulah caraku menyelamatkan diri.”
Tak ada satu hal yang tertulis, kecuali jika kita memang menuliskannya; tak ada satu hal pun yang ditakdirkan, kecuali jika kita sendiri yang menakdirkannya. Maka sesungguhnya apa yang terjadi di masa depan kita, baik kesuksesan, kehidupan maupun kematian, bukan berdasarkan takdir yang tak bisa diubah, semua bergantung dari setiap hal yang kita jalani bersama Tuhan secara progresif dan bersama-sama.
Dalam kemaha-kuasaan dan kemaha-tahuan-Nya, Tuhan tetap meminta respon kita dalam menyikapi kehidupan, bukan sekedar pasrah pada takdir. Kita menentukan langkah hidup kita menuju kebinasaan atau berkemenangan bersama Tuhan.
“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” Ulangan 28:13-14
Selamat beraktivitas di senin terakhir bulan Maret, dalam perkenan-Nya. STAY in GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel


