Filadelfianews.com
Ada satu kebenaran yang sering kita dengar, tapi belum tentu benar-benar kita pahami:
Yesus yang tidak bersalah… justru diperlakukan seperti orang bersalah.
Ia ditangkap, diadili, dihina, bahkan disalibkan.
Padahal Ia tidak melakukan satu pun dosa.
Lalu pertanyaannya sederhana:
kenapa Yesus mau mengalami semua itu?
Jawabannya satu: karena Dia menggantikan kita.
Kita yang seharusnya dihukum.
Kita yang seharusnya menanggung akibat dosa.
Tetapi Yesus mengambil posisi itu.
Ia masuk ke “barisan orang berdosa”, supaya kita bisa keluar dari sana.
Ini bukan cerita biasa. Ini inti dari kasih Tuhan.
Bayangkan kalau hari ini semua kesalahan kita ditampilkan di depan umum.
Semua dosa, semua kegagalan, semua yang kita sembunyikan.
Tidak ada yang bisa lolos.
Tetapi justru di situlah Yesus berdiri dan berkata:
“Biarkan Aku yang menanggungnya.”
Ia tidak hanya berbicara. Ia benar-benar membayar harganya di kayu salib.
Itulah sebabnya, keselamatan bukan soal kita berusaha jadi baik.
Tetapi soal percaya bahwa Yesus sudah menyelesaikan semuanya.
Masalahnya, banyak orang masih hidup seperti orang yang belum diampuni.
Masih terikat masa lalu.
Masih merasa tidak layak.
Masih takut mendekat kepada Tuhan.
Padahal pintu itu sudah dibuka.
Yesus sudah mengambil tempat kita, supaya kita bisa punya tempat di hadapan Tuhan.
Artinya hari ini:
- Kita tidak perlu pura-pura sempurna
- Kita tidak perlu lari saat jatuh
- Kita tidak perlu takut datang kepada Tuhan
Karena yang menerima kita bukan karena kita layak,
tetapi karena Yesus sudah membuat kita layak.
Sekarang tinggal satu pertanyaan:
Kalau Yesus sudah melakukan semuanya untuk kita,
apakah kita masih mau hidup jauh dari-Nya?
Yesus disalahkan supaya kita dibenarkan.
Penulis: Ev. Kefas Hervin Devananda, SH., S.Th., M.Pd.K
(Jurnalis, Penggiat Budaya, Aktivis, serta Pelayan Penginjilan di salah satu sinode gereja di Indonesia)


