Bukan sekadar bela diri, latihan ini dirancang untuk menghadapi pertempuran jarak dekat di lapangan.
Malang, 26 Maret 2026 — Prajurit Batalyon Zeni Tempur 10 Kostrad terus meningkatkan kesiapan tempur melalui latihan intensif Pencak Silat Militer yang digelar di markas satuan, Rabu (25/03/2026).
Latihan ini bukan sekadar olahraga atau seni bela diri biasa. Setiap gerakan dirancang menyerupai kondisi nyata di medan operasi, dengan fokus pada kecepatan, ketepatan, dan efektivitas dalam menghadapi ancaman jarak dekat.
Dalam sesi latihan, prajurit ditempa dengan teknik-teknik yang menggabungkan pencak silat tradisional dengan taktik militer modern. Hasilnya, kemampuan bela diri tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga adaptif dan siap digunakan dalam situasi kritis.
Instruktur berpengalaman memandu langsung setiap tahapan latihan, memastikan setiap teknik dilakukan secara presisi dan memiliki daya guna tinggi di lapangan. Intensitas latihan yang tinggi menuntut fisik prima serta konsentrasi penuh dari setiap prajurit.
Antusiasme terlihat jelas. Prajurit mengikuti latihan dengan penuh semangat, menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam meningkatkan kemampuan tempur perorangan.
Latihan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan Yonzipur 10 Kostrad dalam menjaga standar profesionalisme. Selain memperkuat fisik, kegiatan ini juga membangun mental juang, kedisiplinan, serta rasa percaya diri prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Sebagai bagian dari Divisi Infanteri 2 Kostrad, Yonzipur 10 menegaskan komitmennya untuk terus mencetak prajurit yang tidak hanya terlatih, tetapi juga siap menghadapi dinamika medan operasi yang semakin kompleks.
(Penkostrad)
Jurnalis: Romo Kefas


