Tinggalkan, atau Terus Terseret?

Spread the love

FiladelfiaNews.com

“Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku…”
(Filipi 3:13–14)

Seorang pria pernah mencoba berlari.
Ia tahu ke mana harus pergi.
Ia tahu tujuan di depannya.

Namun aneh…
sekuat apa pun ia berlari,
ia tidak pernah sampai.

Ternyata, kakinya terikat rantai.
Bukan oleh orang lain—
tetapi oleh dirinya sendiri.

Rantai itu bernama:
masa lalu.

Setiap langkah terasa berat.
Setiap usaha terasa sia-sia.
Bukan karena ia tidak mampu maju…
tetapi karena ia tidak pernah benar-benar melepaskan.


Sahabat,

Inilah yang sering terjadi dalam hidup kita.

Kita ingin berubah,
ingin hidup baru,
ingin dekat dengan Elohim…

tetapi masih menyimpan luka lama,
menahan penyesalan,
dan terus menghidupi kesalahan
yang seharusnya sudah dilepaskan.

Kita berdoa,
tetapi tetap terikat.
Kita berharap,
tetapi tidak melangkah.

Padahal, selama kita masih memegang masa lalu,
kita tidak akan pernah benar-benar bebas
mengejar masa depan.


Lihatlah Rasul Paulus.

Ia bukan orang baik di masa lalunya.
Ia penuh kekerasan, kebencian,
dan kesalahan besar.

Namun satu hal yang ia lakukan:
ia memutuskan untuk tidak tinggal di sana.

Ketika ia dijamah oleh Yeshua Hamasiah,
hidupnya berubah total.

Ia tidak lagi berjalan mundur.
Ia berlari maju—
mengejar panggilan surgawi dari YHWH.


Pertanyaannya hari ini sederhana,
namun sangat dalam:

Mau sampai kapan kita terseret oleh masa lalu?

Karena selama kita tidak melepaskan,
kita tidak akan pernah benar-benar berjalan.

Di dalam Yeshua Hamasiah,
ada pengampunan yang memutus rantai.
Ada kasih yang memulihkan.
Ada kuasa dari Elohim yang membebaskan.


Hari ini, ambil keputusan:

Bukan sekadar ingin berubah…
tetapi berani melepaskan.

Karena hidup baru tidak dimulai saat kita berharap,
tetapi saat kita berhenti melihat ke belakang
dan mulai melangkah bersama YHWH.

Tuhan tidak menahan masa lalumu.
Jangan kamu yang terus menggenggamnya.


Penulis:  (èrtè / èrgèyè)


About The Author

  • Related Posts

    IBADAH YANG TIDAK PERCUMA

    Spread the love

    Spread the love(rt / rgy) “Mengapa banyak orang rajin beribadah… tapi hidupnya tidak berubah?” Ini pertanyaan yang sering muncul, bahkan mungkin kita sendiri pernah mengalaminya. Firman dalam Matius 15:9 dan…

    Jangan Menuduh Tuhan dari Satu Hari yang Buruk

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com Saya pernah ada di titik ini— satu hari kacau, lalu diam-diam mulai menyalahkan Tuhan. Tidak diucapkan keras, tapi terasa dalam hati: “Tuhan, kenapa hidup saya begini?” Padahal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Dr. Leo Fransisco: Pendidikan Iman Harus Berani Keluar dari Kelas dan Menyentuh Realitas

    Dr. Leo Fransisco: Pendidikan Iman Harus Berani Keluar dari Kelas dan Menyentuh Realitas