Gereja Penuh Orang Kristen, Tapi Berapa yang Benar-Benar Lahir Baru?

Spread the love

“Kamu harus dilahirkan kembali.”
(Yohanes 3:7)

Filadelfianews.com Hari ini banyak orang dengan mudah berkata, “Saya orang Kristen.”
Ada yang lahir dari keluarga Kristen, dibaptis sejak kecil, rajin datang ke gereja, bahkan terlibat dalam pelayanan.

Namun pertanyaannya bukan itu.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
Apakah kita benar-benar sudah dilahirkan kembali?

Yesus tidak berkata, “Kamu harus menjadi lebih religius.”
Yesus juga tidak berkata, “Kamu harus lebih aktif di gereja.”

Yesus berkata dengan sangat tegas:
“Kamu harus dilahirkan kembali.”

Artinya keselamatan bukan sekadar perubahan identitas agama, melainkan perubahan hidup yang berasal dari karya Roh Kudus di dalam hati manusia.

Seseorang bisa saja rajin beribadah, tahu banyak ayat Alkitab, bahkan dihormati sebagai orang rohani. Namun jika ia belum mengalami kelahiran baru, firman Tuhan berkata bahwa ia masih mati dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1).

Kelahiran kembali bukan hasil usaha manusia.
Ini bukan soal memperbaiki perilaku, bukan soal tradisi gereja, dan bukan sekadar ritual keagamaan.

Kelahiran baru adalah pekerjaan Allah.

Yesus menggambarkannya seperti angin:

“Angin bertiup ke mana ia mau, engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi.”
(Yohanes 3:8)

Prosesnya tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata.

Orang yang dilahirkan kembali akan mengalami perubahan hati. Ia tidak lagi hidup dalam cara hidup yang lama. Ia mulai membenci dosa, mencintai kebenaran, dan rindu hidup berkenan kepada Tuhan.

Ia bisa berkata seperti Rasul Paulus:

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
(Galatia 2:20)

Karena itu, sebelum kita terlalu yakin dengan status kita sebagai orang Kristen, ada baiknya kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:

Apakah aku hanya memiliki identitas Kristen,
atau aku benar-benar memiliki hidup baru di dalam Kristus?

Sebab tanpa kelahiran kembali, seseorang tetap hidup tanpa keselamatan, tanpa pengampunan, dan tanpa pengharapan yang kekal.

Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak hanya menjadi orang Kristen secara nama, tetapi menjadi ciptaan baru yang dilahirkan oleh Roh Kudus.

Amin.

Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K


About The Author

  • Related Posts

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com Masalah terbesar dalam hidupmu mungkin bukan keadaanmu. Tetapi cara pandangmu. Kamu merasa Tuhan belum menolong. Kamu merasa doa belum dijawab. Tapi coba tanya diri sendiri dengan jujur:…

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com – Ada satu pujian yang begitu sederhana, namun sangat dalam maknanya: “Allah itu baik” (God is so good). Lagu ini sering kita nyanyikan di gereja, di rumah,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?