Filadelfianews.com Umat Israel sering kali mengeluh dan bersungut-sungut kepada Musa selama perjalanan mereka di padang gurun.
Saat mereka tidak memiliki makanan, mereka mengeluh.
Namun ketika Tuhan mengirimkan manna setiap pagi sebagai pemeliharaan-Nya, mereka tetap saja tidak puas. Mereka kembali bersungut-sungut karena merindukan makanan yang pernah mereka nikmati di Mesir.
Mereka merasa perjalanan itu terlalu berat dan tidak sesuai dengan harapan mereka.
Mengapa mereka terus mengeluh?
Karena cara pandang mereka keliru.
Mereka hanya melihat kerasnya padang gurun, tetapi tidak melihat tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan—tanah yang penuh susu dan madu.
Mereka lebih fokus pada penderitaan saat ini daripada janji besar yang sedang Tuhan persiapkan.
Dari sini kita belajar satu hal penting:
Cara kita memandang kehidupan sangat menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan itu sendiri.
Ketika kita melihat hidup hanya dari sisi negatifnya, maka semuanya akan terasa kurang.
Kita akan mudah kecewa.
Mudah mengeluh.
Mudah merasa hidup tidak adil.
Akibatnya, hidup terasa semakin berat dan melelahkan.
Sebaliknya, ketika kita belajar melihat hidup dari sudut pandang yang positif, maka kita akan mampu bersyukur—even di tengah pergumulan sekalipun.
Orang yang memiliki hati bersyukur akan menemukan damai dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan.
Hal inilah yang dialami oleh Rasul Paulus.
Walaupun berada di dalam penjara, ia tetap bisa bersukacita dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Karena sukacita sejati tidak berasal dari situasi yang nyaman, tetapi dari hati yang tetap percaya kepada Tuhan.
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Filipi 4:4–7
Karena itu, jangan hanya melihat “padang gurun” dalam hidup kita.
Belajarlah melihat janji Tuhan di balik setiap proses kehidupan.
Sebab saat sudut pandang kita berubah, cara kita menjalani hidup pun akan berubah.
Selamat berkarya dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel
