Spread the loveFiladelfianews.com Dalam bagian 18:1–26, kita diperkenalkan pada sosok yang mungkin tidak sering menjadi pusat perhatian, namun memiliki dampak yang besar dalam pekerjaan Tuhan: Priskila dan Akwila. Mereka bukan rasul besar, bukan pengkhotbah terkenal, melainkan pasangan pekerja biasa—pembuat kemah. Namun justru dari kehidupan sederhana itulah terpancar iman yang hidup dan berdampak. Iman yang Tidak Terpisah dari Pekerjaan Priskila dan Akwila menunjukkan bahwa iman bukan hanya untuk hari Minggu atau kegiatan rohani semata. Mereka bekerja dengan tangan mereka, tetapi hati mereka tetap tertuju pada Tuhan. Ketika Paulus membutuhkan tempat, mereka membuka rumahnya. Ketika Apolos membutuhkan pemahaman yang lebih benar, mereka tidak menghakimi, tetapi membimbing dengan kasih. Di sini kita melihat prinsip penting: iman yang sejati tidak terkotak dalam ruang ibadah, tetapi mengalir dalam setiap aspek kehidupan—pekerjaan, relasi, dan keseharian. Pelayanan yang Penuh Kasih dan Hikmat Menariknya, ketika menghadapi Apolos yang belum memahami Injil secara utuh, mereka tidak mempermalukannya di depan umum. Mereka memilih pendekatan yang penuh kasih—mengundangnya secara pribadi dan menjelaskan kebenaran dengan lebih tepat. Ini adalah teladan pelayanan yang dewasa: Tidak mencari panggung, tetapi mengutamakan pertumbuhan orang lain Tidak menghakimi, tetapi membimbing Tidak menonjolkan diri, tetapi memuliakan Tuhan Pelayanan sejati bukan tentang terlihat hebat, tetapi tentang kesetiaan dalam hal-hal yang sering tidak terlihat. Setiap Tempat adalah Ladang Pelayanan Kisah ini mengoreksi cara pandang yang sempit tentang pelayanan. Banyak orang berpikir bahwa melayani Tuhan harus di mimbar atau dalam posisi tertentu. Namun Priskila dan Akwila membuktikan bahwa: Rumah bisa menjadi tempat pelayanan Tempat kerja bisa menjadi ladang misi Percakapan sederhana bisa menjadi sarana kesaksian Yang Tuhan cari bukanlah posisi, tetapi hati yang siap dipakai. Refleksi Iman Hari Ini Dari kisah ini, kita belajar bahwa: Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata Pekerjaan bukan penghalang pelayanan, melainkan sarana Kesetiaan dalam hal kecil dapat berdampak besar Kasih dan kerendahan hati adalah kunci dalam membimbing orang lain Penutup Iman yang sejati adalah iman yang bekerja—bukan hanya dipercaya, tetapi dijalani. Dunia tidak hanya membutuhkan khotbah yang kuat, tetapi juga kehidupan yang menjadi kesaksian. Hari ini, di mana pun Anda berada—di kantor, di rumah, di jalan—Anda memiliki kesempatan untuk melayani Tuhan. Sebab pada akhirnya, melayani Tuhan bukan soal mimbar, tetapi tentang kesetiaan menyatakan kebenaran di mana pun kita berada. Penulis: Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K. About The Author redaksi filadelfia See author's posts Post Views: 35 Navigasi pos Menjaga Tembok Jiwa: Disiplin Rohani di Tengah Dunia yang Bising” Menjadi Jembatan di Tengah Dunia: Ketika Profesi Menjadi Jalan Kesaksian