Ketika Legitimasi Tidak Sama dengan Kehendak Allah

Spread the love

Hakim-hakim 9:1–21

Tidak semua yang “resmi” itu benar.
Tidak semua yang “didukung banyak orang” itu berasal dari Allah.

Kisah Abimelekh membuka sebuah realitas yang sering kita abaikan:
legitimasi manusia tidak selalu identik dengan kehendak Tuhan.


Abimelekh: Kekuasaan Tanpa Panggilan

Abimelekh bukan dipanggil—ia mengangkat dirinya sendiri.

Ia tidak menunggu Allah bertindak,
melainkan menciptakan jalannya sendiri:

  • menggunakan relasi keluarga
  • memanfaatkan sumber daya dari penyembahan berhala
  • dan menyingkirkan saudaranya dengan kekerasan

Dalam perspektif teologi, ini bukan sekadar ambisi politik,
melainkan bentuk pemberontakan terhadap tatanan Allah.

Karena dalam sejarah Israel, pemimpin sejati bukan muncul dari ambisi,
tetapi dari pemilihan dan pengutusan Allah.


Sikhem: Komunitas yang Kehilangan Discernment

Namun kisah ini tidak berhenti pada Abimelekh.

Warga Sikhem menunjukkan kegagalan rohani yang serius:
mereka tidak lagi mampu membedakan antara:

  • yang menguntungkan dan yang benar
  • yang populer dan yang berkenan kepada Allah

Mereka memilih berdasarkan kedekatan dan kepentingan,
bukan berdasarkan kehendak Tuhan.

Dalam terang iman, ini adalah tanda bahwa komunitas tersebut
tidak lagi hidup dalam takut akan Tuhan.


Perumpamaan Yotam: Kritik Profetik

Yotam tidak hanya mengkritik,
ia menyampaikan suara kenabian.

Perumpamaan tentang pohon-pohon menyingkapkan satu kebenaran:

  • pohon yang berbuah menolak kekuasaan karena mereka setia pada panggilannya
  • hanya semak duri yang bersedia memerintah, karena tidak memiliki sesuatu yang lebih bernilai untuk dikerjakan

Secara teologis, ini menunjukkan bahwa:

ketika panggilan diabaikan, ambisi akan menggantikannya.

Dan ketika ambisi memimpin, kehancuran tidak terelakkan.


Allah Tetap Berdaulat di Tengah Kekacauan

Meskipun Abimelekh berhasil naik,
itu tidak berarti Allah kehilangan kendali.

Kitab Hakim-hakim berulang kali menunjukkan pola:

  • manusia menyimpang
  • kekacauan terjadi
  • namun Allah tetap bekerja dalam kedaulatan-Nya

Artinya, keberhasilan jahat bukan bukti kebenaran,
melainkan bagian dari penghakiman dan pembelajaran.


Implikasi Bagi Orang Percaya

Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk:

  1. Memiliki kepekaan rohani (discernment)
    Tidak semua yang terlihat baik atau menguntungkan berasal dari Tuhan.
  2. Menilai berdasarkan kebenaran, bukan kepentingan
    Iman tidak boleh tunduk pada pragmatisme.
  3. Berani menyuarakan kebenaran
    Seperti Yotam, kesetiaan kepada Tuhan kadang berarti berdiri sendiri.

Kisah ini bukan hanya tentang masa lalu Israel.
Ini adalah cermin bagi setiap generasi.

Karena setiap zaman selalu memiliki kemungkinan yang sama:
memilih kehendak Allah atau menggantikannya dengan ambisi manusia.

Kehendak Allah tidak diukur dari seberapa besar dukungan manusia,
melainkan dari kesesuaiannya dengan kebenaran-Nya.


(Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.)

About The Author

  • Related Posts

    Bukan Sekadar Menunjuk Jalan—Kristus Adalah Jalan Itu Sendiri

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com Yohanes 14:4–7 “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Banyak orang mencari “jalan hidup”. Ada yang mengejar arah melalui…

    Tuhan Tidak Terlambat—Kita yang Terburu Menyimpulkan

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com – Belajar dari Mazmur 126 tentang Pemulihan yang Tidak Instan “Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi.” Ada satu momen yang sering tidak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Pangkostrad Pimpin Sertijab, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

    Pangkostrad Pimpin Sertijab, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

    Dari Teori ke Praktik, Taruna Akmil Uji Kemampuan di Yonbekang 2 Kostrad

    Dari Teori ke Praktik, Taruna Akmil Uji Kemampuan di Yonbekang 2 Kostrad

    Renang Militer Jadi Ujian Fisik, Kostrad Perkuat Profesionalisme Prajurit

    Renang Militer Jadi Ujian Fisik, Kostrad Perkuat Profesionalisme Prajurit

    Air Bersih Jadi Prioritas, Satgas Kostrad Lakukan Aksi Lingkungan di Perbatasan

    Air Bersih Jadi Prioritas, Satgas Kostrad Lakukan Aksi Lingkungan di Perbatasan

    Yonarmed 12 Kostrad Gelar Aksi Kesehatan, Dari Bubur Bergizi hingga Pemeriksaan Warga

    Yonarmed 12 Kostrad Gelar Aksi Kesehatan, Dari Bubur Bergizi hingga Pemeriksaan Warga

    Menjaga Nafas Demokrasi di Tengah Riuhnya Kepentingan

    Menjaga Nafas Demokrasi di Tengah Riuhnya Kepentingan