FiladelfiaNews.com
Kata “tangguh” atau dalam bahasa Inggris tough berarti kuat, kokoh, dan berintegritas. Dalam kehidupan, ketangguhan dan sikap pantang menyerah adalah kunci yang sangat penting untuk bertahan dan bertumbuh.
Belajarlah dari seorang bayi.
Perhatikan bayi yang sedang belajar berjalan. Saat pertama kali dibantu berdiri, ia bahkan belum mampu menopang tubuhnya sendiri. Kaki-kakinya yang kecil belum terbiasa menahan beban tubuhnya.
Ia jatuh… lalu dibantu berdiri kembali.
Ia jatuh lagi… dan bangkit lagi.
Berkali-kali, tanpa henti.
Namun apa yang terjadi?
Ia tidak menyerah.
Ia terus mencoba, terus bangkit, hingga akhirnya mampu berdiri dan berjalan sendiri tanpa bantuan.
Bayangkan jika bayi itu menyerah saat pertama kali jatuh. Mungkin tidak akan ada manusia yang bisa berjalan seperti sekarang.
Saat jatuh, bayi mungkin menangis. Tetapi ia tidak berhenti di situ. Ia diam, mencoba lagi, berdiri lagi, dan melangkah lagi.
Ia tidak menyalahkan keadaan.
Ia tidak menyalahkan orang lain.
Ia tidak menyerah.
Ketangguhan dan sikap pantang menyerah itu adalah bakat alami yang sudah Tuhan tanamkan dalam diri setiap manusia sejak lahir.
Bayi tidak membutuhkan motivator untuk belajar berjalan.
Bayi tidak mengenal putus asa.
Bayi tidak pernah menyalahkan nasib.
Ia hanya terus mencoba… sampai berhasil.
Dari sini kita belajar sebuah kebenaran penting:
HIDUP TIDAK DITENTUKAN OLEH MENGAPA ATAU BAGAIMANA KITA TERJATUH,
TETAPI DITENTUKAN OLEH SEBERAPA KUAT KITA BANGKIT KEMBALI.
“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.”
1 Petrus 2:2–3
Selamat berkarya dalam perkenan-Nya.
STAY IN GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi dan pelipatgandaan ilahi dinyatakan dalam seluruh area kehidupan kita.
Abah Daniel









