FiladelfiaNews.com
(rt / rgy)
Ada seseorang yang hidupnya terlihat sangat diberkati.
Usahanya berkembang. Pelayanannya berhasil. Banyak orang mengaguminya.
Apa pun yang ia kerjakan seolah selalu berhasil.
Masalah datang… tetapi selalu ada jalan keluar.
Namun tanpa ia sadari, sesuatu mulai berubah.
Ia masih berdoa—tetapi hanya sebatas kata-kata.
Ia masih melayani—tetapi tanpa hati.
Ia mulai memberi ruang bagi hal-hal yang dulu ia hindari.
Anehnya, hidupnya tetap terlihat lancar.
Tidak ada tanda-tanda kegagalan.
Justru di situlah bahayanya.
Ia tidak sadar… bahwa ia sedang menjauh.
Sampai suatu hari, semuanya runtuh.
Dan pada saat itulah ia tersadar:
berkat masih ada… tetapi ia telah kehilangan hadirat Tuhan.
Firman Tuhan dalam Hakim-hakim 16:20 mencatat kisah Simson yang berkata:
“Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas…”
Namun ia tidak tahu—bahwa YHWH telah meninggalkan dia.
Inilah tragedi rohani yang paling halus.
Simson masih merasa kuat.
Ia masih berpikir semuanya akan baik-baik saja.
Padahal sumber kekuatannya… sudah tidak lagi sama.
Simson pernah dipakai secara luar biasa.
Kekuatan yang ia miliki adalah pemberian Tuhan.
Namun perlahan, ia mulai:
- bermain-main dengan dosa
- mengabaikan komitmennya
- kehilangan kewaspadaan
Karena sebelumnya ia selalu lolos,
ia merasa akan selalu lolos.
Ternyata tidak.
Hal yang sama bisa terjadi pada kita.
- Saat hidup berjalan lancar
- Saat keberhasilan datang
- Saat pelayanan terlihat berhasil
Kita bisa mulai merasa aman.
Padahal… itu bisa menjadi rasa aman yang semu.
Kita lupa bahwa:
- berkat bukan berarti semua yang kita lakukan benar
- keberhasilan bukan tanda kita tidak bisa jatuh
- kelancaran bukan bukti bahwa Tuhan berkenan atas semua pilihan kita
Yeshua tidak hanya memanggil kita untuk berhasil,
tetapi untuk hidup benar dan setia.
Karena yang paling berbahaya bukan kegagalan,
melainkan keberhasilan tanpa kepekaan rohani.
Sekarang pertanyaannya:
Apakah kita masih mencari Tuhan…
atau hanya menikmati berkat-Nya?
Jangan sampai kita tetap terlihat berhasil,
tetapi sebenarnya sedang menjauh.
Doa Singkat
Bapa YHWH,
jaga hatiku agar tetap peka dan rendah hati.
Jangan biarkan aku terbuai oleh berkat hingga melupakan Engkau.
Ajarku untuk tetap setia—
bukan hanya saat sulit, tetapi juga saat berhasil.
Amin.


