Muhammadiyah Day 2026 Jadi Ruang Edukasi Mental dan Keluarga, Tenda Curhat Diserbu Pengunjung
KOTA BEKASI — Pelaksanaan Muhammadiyah Day 2026 di Bekasi Timur menghadirkan warna baru melalui layanan sosial bertajuk “Tenda Curhat” yang digelar PUSPAGA Kota Bekasi. Program tersebut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan layanan konsultasi psikologis secara terbuka dan gratis.
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Perguruan Muhammadiyah itu dipadati warga sejak pagi hari. Pengunjung dari berbagai usia terlihat antusias mengikuti konsultasi bersama tenaga psikolog dan konselor yang telah disiapkan panitia.
Tidak hanya menjadi tempat konsultasi, program ini juga menjadi ruang edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan mental, keharmonisan keluarga, serta membangun komunikasi yang sehat dalam kehidupan sosial.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dikdasmen PDM Muhammadiyah Kota Bekasi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Indonesia (Unisma Bekasi), dan Satgas MRBS OPSM MAM 03 Bekasi.
Dalam proses pelayanan, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan asesmen singkat sebelum memasuki sesi konsultasi. Demi menjaga kenyamanan dan kerahasiaan peserta, panitia menyediakan ruang khusus di area TK Aisyiyah sebagai tempat berlangsungnya pendampingan psikologis.
Selain layanan konsultasi, pengunjung juga diajak mengikuti edukasi sosial melalui papan interaktif bertema “Stop Normalisasi” dan “Ayo Normalisasi”. Melalui media tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai pesan positif terkait perlindungan anak, kepedulian sosial, hingga pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi muda.
Selama kegiatan berlangsung, sekitar 50 warga tercatat mengikuti layanan yang diberikan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.
Penyelenggara berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga dan lingkungan sekitar, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap layanan konsultasi mental.
Romo Kefas
