FiladelfiaNews.com
Ada satu momen dalam hidup yang sering datang tanpa kita sadari—
saat tubuh mulai “berbicara”.
Tenaga yang dulu terasa tak habis-habis, kini mulai terbatas.
Langkah yang dulu ringan, perlahan menjadi berat.
Hal-hal kecil yang dulu mudah, kini membutuhkan usaha lebih.
Di depan cermin, waktu pun meninggalkan jejaknya.
Rambut yang memutih, garis di wajah, dan sorot mata yang menyimpan banyak cerita kehidupan.
Semuanya seperti bisikan lembut dari YHWH—
bahwa hidup ini tidak selamanya.
Dulu kita merasa waktu masih panjang.
Masih bisa menunda.
Masih bisa berkata, “Nanti saja… nanti kalau sudah siap… nanti kalau semuanya lebih baik…”
Namun waktu tidak pernah berhenti.
Ia berjalan, tanpa menoleh ke belakang.
Satu per satu orang yang kita kenal mulai pergi.
Yang kemarin masih ada, hari ini tinggal kenangan.
Yang dulu tertawa bersama, kini hanya hidup dalam ingatan.
Dan di tengah keheningan itu, muncul satu pertanyaan yang tak bisa dihindari:
kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Kapan kita sungguh-sungguh hidup benar di hadapan Elohim?
Kapan kita memperbaiki hati yang terluka dan hubungan yang rusak?
Kapan kita berhenti mengejar yang fana, dan mulai mengejar yang kekal?
Sebab pada akhirnya, hidup bukan soal apa yang kita miliki,
melainkan tentang siapa yang kita ikuti.
Bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri,
melainkan seberapa dekat kita berjalan bersama YHWH.
Kita tidak pernah tahu kapan waktu itu tiba.
Tidak ada yang mengetahui hari maupun saatnya.
Namun satu hal yang pasti—
hari itu akan datang.
Dan ketika itu terjadi,
yang tersisa bukanlah harta, bukan jabatan, bukan pula pencapaian,
melainkan apakah hidup kita berkenan di hadapan Elohim.
Hari ini, jika kita masih diberi nafas,
itu bukan sekadar keberuntungan.
Itu adalah anugerah.
Kesempatan untuk kembali.
Kesempatan untuk memperbaiki.
Kesempatan untuk hidup lebih dekat dengan Yeshua Hamasiah.
Jangan tunggu nanti.
Jangan tunggu sampai semuanya terasa terlambat.
Karena waktu terbaik bukanlah besok.
Bukan juga nanti.
Waktu terbaik itu… sekarang.
(Penulis: rt / rgy)
(Editor: Tim Redaksi)


