Depok – Suasana malam takbiran 2026 di Kota Depok dipastikan tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, aparat gabungan bersikap tegas: tak ada ruang untuk konvoi, tak ada toleransi bagi gangguan keamanan.
Ratusan personel dari TNI, Polri, hingga instansi sipil dikerahkan dalam Apel Gelar Pasukan di Mapolrestro Depok, Jumat (20/3/2026). Total 251 personel disiapkan untuk mengawal malam sakral Idulfitri agar tetap aman dan terkendali.
Konvoi Dilarang, Keamanan Jadi Prioritas
Kapolrestro Depok, Kombespol Abdul Waras, menegaskan bahwa takbiran keliling yang kerap memicu keramaian berlebihan kini dilarang keras.
“Kami ingin memastikan malam takbiran berjalan aman. Tidak ada konvoi ke Jakarta atau Bogor, semua akan dicegah,” tegasnya.
Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kemacetan, kecelakaan, hingga konflik di jalanan.
Humanis Tapi Tidak Lunak
Meski tegas, aparat tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Masyarakat akan diajak untuk merayakan takbiran secara lebih tertib dan bermakna.
Namun satu hal jelas: jika ada potensi gangguan, aparat tidak akan ragu bertindak.
Titik Rawan Jadi Sorotan
Pengamanan difokuskan pada beberapa potensi kerawanan:
- Aksi tawuran remaja
- Petasan berbahaya
- Pemukiman kosong yang ditinggal mudik
Pengawasan akan diperketat di jalur utama dan wilayah rawan.
Sinergi Tanpa Celah
Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Triano Iqbal, memastikan TNI siap mendukung penuh pengamanan.
“Kami bersama Polri dan seluruh stakeholder siap menjaga Depok tetap kondusif,” ujarnya.
Sebanyak 220 personel Polrestro Depok menjadi kekuatan utama, diperkuat unsur TNI, Satpol PP, Dishub, dan Kesbangpol.
Takbiran Tetap Khidmat, Depok Tetap Aman
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: takbiran adalah momen spiritual, bukan ajang euforia tanpa batas.
Dengan kesiapan aparat dan kesadaran masyarakat, Depok berharap malam takbiran 2026 menjadi lebih tertib, lebih aman, dan lebih bermakna.
Jurnalis: Romo Kefas
Sumber: Yusd


