FiladelfiaNews.com
Kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri.
(Yohanes 16:32)
Ada fase dalam hidup yang tidak banyak orang ceritakan—
fase ketika kita berdoa… tetapi terasa sepi.
Tidak ada jawaban cepat.
Tidak ada dukungan yang kita harapkan.
Bahkan orang-orang yang biasanya ada, perlahan menjauh.
Dan kita mulai bertanya dalam hati:
Tuhan, Engkau di mana?
Getsemani adalah jawaban dari pertanyaan itu.
Yesus sendiri pernah berada di titik paling sunyi dalam hidup-Nya.
Bukan hanya karena murid-murid-Nya tertidur dan akhirnya pergi,
tetapi karena Ia harus menghadapi sesuatu yang tidak bisa ditanggung bersama siapa pun.
Ada pergumulan yang memang tidak bisa dibagi.
Ada air mata yang tidak bisa diwakilkan.
Ada doa yang hanya bisa dinaikkan… dalam kesendirian.
Namun di situlah rahasianya:
Kesunyian bukan berarti Tuhan tidak hadir.
Kesunyian sering kali adalah cara Tuhan mendekat tanpa gangguan.
Kita terbiasa mencari Tuhan dalam keramaian—
dalam ibadah yang ramai, dalam dukungan banyak orang, dalam suasana yang menguatkan.
Tapi Tuhan juga bekerja dalam diam.
Dalam ruang yang tidak terlihat.
Dalam momen ketika tidak ada siapa-siapa selain kita dan Dia.
Yesus berkata:
“Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.” (Yohanes 16:32b)
Inilah kekuatan yang tidak terguncang:
keyakinan bahwa sekalipun dunia meninggalkan,
Tuhan tetap tinggal.
Mungkin hari ini kamu sedang berada di fase itu—
doa terasa sepi, langkah terasa sendiri, hati terasa lelah.
Jangan buru-buru menyerah.
Karena bisa jadi, justru di saat seperti itulah
Tuhan sedang bekerja paling dalam dalam hidupmu.
Ia sedang menguatkan imanmu tanpa sandaran manusia.
Ia sedang melatih hatimu untuk percaya tanpa melihat.
Ia sedang membentukmu menjadi pribadi yang tidak mudah goyah.
Kesunyian bukan hukuman.
Kesunyian adalah proses.
Dan dari proses itu, akan lahir iman yang tidak tergantung pada situasi,
tetapi berdiri teguh pada kehadiran Tuhan.
Jadi, jika hari ini doamu terasa sepi…
ingatlah satu hal ini:
Tuhan tidak pernah pergi.
Ia hanya sedang bekerja dalam cara yang tidak selalu kamu pahami.
Dan ketika waktunya tiba,
kamu akan melihat—
bahwa dalam setiap kesunyian itu,
Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar.
— Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K







