Filadelfianews.com Menurut artikel dalam Wall Street Journal edisi Juni 2005, “Stres membunuh orang sama atau lebih banyak daripada kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman keras, atau tidak berolahraga. Stres juga merusak hippocampus, bagian otak yang berhubungan dengan ingatan dan belajar.”
Penelitian di University of London memperlihatkan bahwa stres mental kronis lebih banyak menyebabkan kanker dan penyakit jantung daripada merokok, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Stres erat hubungannya dengan masalah keuangan, hubungan sosial, pekerjaan, peristiwa traumatis, serta hal-hal kecil seperti lalu lintas, pelayanan yang buruk, tumpukan cucian kotor, mengantar anak ke kegiatan ekstrakurikuler, dan lain-lain.
Karenanya selama masih hidup di dunia, kita akan terus bersinggungan dengan stres. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Dalam Yesaya 26:3 tertulis bahwa kepercayaan kepada TUHAN mendatangkan damai sejahtera.
Menurut Don Colbert, kata “damai sejahtera” dalam ayat ini dapat dibandingkan dengan kedamaian Yesus saat tertidur di atas perahu yang dihantam taufan dalam Lukas 8:23-25. Lalu kata-Nya kepada mereka:
“Di manakah kepercayaanmu?”
Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain:
“Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”
(Lukas 8:25)
Yesus adalah Raja Damai, dan Dia menyediakan damai sejahtera yang sama bagi kita. Kita dapat memperolehnya dengan memusatkan perhatian pada janji Tuhan dalam Firman-Nya dan mempercayai-Nya.
Ketika kita menghadapi stres, kita dapat berseru kepada-Nya, menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya, dan mempercayai pemeliharaan-Nya.
KARENA ITU SIAPAPUN YANG MENGAKU MEMPERCAYAI TUHAN, TAK AKAN MEMBIARKAN DIRINYA DIKUASAI STRES DAN KEKUATIRAN.
“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”
(Yesaya 26:3)
Selamat beraktivitas, dalam perkenan-Nya.
STAY in GOD.
Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias.
Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi, dan pelipatgandaan ilahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel







