Menyusuri Jalan Salib di Tajur Halang: Napaktilas Spiritual Romo Kefas yang Menguatkan Iman

Spread the love

Kabupaten Bogor, FiladelfiaNews.com – Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, manusia sering kali membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Bukan untuk melarikan diri dari kehidupan, tetapi untuk kembali menemukan keheningan yang membawa hati lebih dekat kepada Tuhan.

Perjalanan batin itulah yang dilakukan oleh Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kefas Hervin Devananda, yang akrab disapa Romo Kefas, saat melakukan napaktilas spiritual ke-8 di Taman Doa Kerahiman Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

Bersama sang istri, Romo Kefas berangkat dari kediamannya di Perumahan Bumi Kencana Permai, Kota Bogor, pada pukul 10.15 WIB. Perjalanan menuju lokasi yang berada di wilayah Paroki Santa Faustina Kowalska Tajur Halang hanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Namun perjalanan singkat itu bukan sekadar perjalanan fisik. Ia menjadi langkah kecil menuju sebuah keheningan batin.

Jalan Salib: Menapaki Jejak Pengorbanan

Setibanya di lokasi, Romo Kefas dan istrinya memulai refleksi spiritual dengan menelusuri Jalan Salib yang terdapat di kawasan taman doa tersebut.

Di setiap stasi, langkah mereka melambat.

Mereka berhenti sejenak.

Bukan sekadar membaca kisah sengsara Kristus, tetapi mencoba merasakan kembali makna pengorbanan yang begitu besar dalam perjalanan Yesus menuju salib.

Setiap stasi menghadirkan perenungan baru.

Tentang penderitaan.

Tentang kesetiaan.

Tentang kasih yang tidak pernah berhenti meskipun harus melalui penderitaan.

Bagi Romo Kefas, perjalanan Jalan Salib selalu menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan manusia, setiap pergumulan memiliki makna ketika dijalani dengan iman.

“Napaktilas spiritual ini saya lakukan agar saya semakin peka terhadap pelayanan Tuhan Yesus dalam kehidupan saya,” tuturnya.

Keheningan yang Memeluk Hati

Setelah menelusuri Jalan Salib, Romo Kefas melanjutkan doa dengan memasuki ruang adorasi yang terdapat di kawasan Taman Doa Kerahiman.

Di ruangan yang hening itu, ia duduk dalam doa.

Tidak ada keramaian.

Tidak ada suara yang mengganggu.

Hanya keheningan yang perlahan menyelimuti hati.

Dalam saat teduh tersebut, Romo Kefas merasakan pengalaman spiritual yang sangat mendalam.

“Ada keteduhan yang luar biasa. Seolah tangan Tuhan memeluk saya,” ungkapnya.

Di tengah keheningan doa itu, ia merasakan kehadiran Tuhan yang begitu dekat—memberikan kekuatan baru, meneguhkan iman, dan menyalakan kembali harapan.

Doa yang Melahirkan Kekuatan

Bagi Romo Kefas, napaktilas spiritual bukan sekadar kegiatan doa biasa.

Ini adalah momen untuk kembali mengingat panggilan hidup, memperbarui semangat pelayanan, dan menemukan kekuatan baru untuk terus berkarya bagi sesama.

Sebagai Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi Jawa Barat sekaligus aktivis sosial dan keagamaan, Romo Kefas dikenal aktif dalam berbagai kegiatan yang mendorong dialog, toleransi, serta pelayanan bagi masyarakat.

Namun di balik semua aktivitas itu, ia percaya bahwa setiap karya yang dilakukan harus berakar pada kehidupan doa.

Di tempat yang hening seperti Taman Doa Kerahiman Tajur Halang, manusia diajak untuk kembali menyadari bahwa kekuatan terbesar dalam hidup sering kali lahir dari doa yang sederhana.

Keheningan yang Mengubah Hati

Perjalanan napaktilas spiritual ke-8 ini menjadi pengingat sederhana.

Bahwa di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, manusia tetap membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak.

Ruang untuk berdoa.

Ruang untuk mendengarkan suara Tuhan dalam keheningan.

Dan dari keheningan itu, lahirlah kekuatan untuk melangkah kembali dalam kehidupan—dengan hati yang lebih tenang dan iman yang lebih kuat.

Di Taman Doa Kerahiman Tajur Halang, Romo Kefas menemukan kembali satu hal yang sering terlupakan oleh manusia modern:

Bahwa kedamaian sejati sering kali ditemukan dalam doa yang sunyi.

About The Author

  • Related Posts

    Menapaki Tangga Iman di Goa Maria Melung Banyumas: Perjalanan Rohani Romo Kefas yang Menyentuh Hati

    Spread the love

    Spread the lovePurwokerto, Filadelfianews.com – Perjalanan menuju Tuhan sering kali tidak selalu mudah. Ada jalan yang berliku, tanjakan yang melelahkan, dan langkah-langkah yang harus ditempuh dengan penuh kesabaran. Namun justru…

    Wisata Iman di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran: Perpaduan Iman Katolik dan Budaya Jawa

    Spread the love

    Spread the loveBantul, FiladelfiaNews.com – Di tengah suasana pedesaan yang tenang di selatan Yogyakarta, berdiri sebuah tempat ziarah Katolik yang unik dan sarat nilai sejarah, yakni Gereja Hati Kudus Tuhan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?