Menapaki Tangga Iman di Goa Maria Melung Banyumas: Perjalanan Rohani Romo Kefas yang Menyentuh Hati

Spread the love

Purwokerto, Filadelfianews.com – Perjalanan menuju Tuhan sering kali tidak selalu mudah. Ada jalan yang berliku, tanjakan yang melelahkan, dan langkah-langkah yang harus ditempuh dengan penuh kesabaran. Namun justru di sanalah iman menemukan maknanya.

Pengalaman spiritual itulah yang dirasakan oleh Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kefas Hervin Devananda, yang akrab disapa Romo Kefas, saat mengunjungi Goa Maria Melung di Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Perjalanan ziarah ini terjadi pada hari kedua kunjungan mereka di Banyumas. Setelah menginap satu malam di sebuah hotel di kawasan Baturraden, Romo Kefas bersama keluarganya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Goa Maria Melung, sebuah tempat doa yang dikenal menghadirkan ketenangan di tengah alam pegunungan.

Perjalanan tersebut terasa semakin bermakna karena Romo Kefas tidak sendirian. Ia ditemani oleh istri tercinta, tiga adik perempuan, satu keponakan perempuan, serta sahabat dari salah satu adiknya. Kebersamaan keluarga menjadikan perjalanan ini bukan sekadar wisata rohani, tetapi juga perjalanan batin yang penuh kehangatan.

Perjalanan yang Menguji Kesabaran

Perjalanan menuju lokasi Goa Maria Melung ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Dengan bantuan Google Maps yang menunjukkan jalur pintas, rombongan justru harus melewati jalan yang cukup menantang untuk kendaraan mobil.

Namun segala kelelahan seakan terbayar ketika mereka tiba di kawasan Goa Maria Melung. Udara pegunungan yang segar, suasana hening, serta pemandangan alam yang indah langsung menyambut kedatangan para peziarah.

Tempat ini memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata rohani populer di Banyumas. Banyak orang datang untuk berdoa, merenung, dan mencari kedamaian di tengah keheningan alam.

Tangga-Tangga Perjuangan

Untuk mencapai Goa Maria, para peziarah harus menaiki tangga-tangga yang cukup tinggi dan menanjak. Bagi Romo Kefas, perjalanan ini menjadi sebuah perjuangan tersendiri karena kondisi tubuhnya saat itu belum sepenuhnya pulih.

Namun dengan bantuan tongkat yang disediakan oleh pengelola di rumah singgah, ia tetap melangkah perlahan menaiki satu demi satu anak tangga.

Setiap langkah terasa seperti doa.

Setiap tarikan napas menjadi penyerahan diri kepada Tuhan.

Walaupun terasa melelahkan, semangat untuk mencapai tempat doa itu tidak pernah surut. Keindahan alam di sepanjang perjalanan seakan memberikan energi baru untuk terus melangkah.

Ketika Doa Menemukan Keheningan

Sebelum memasuki Goa Maria, Romo Kefas bersama istrinya terlebih dahulu menuju Sindang Tirta Suci, sebuah sumber air yang menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual para peziarah.

Di tempat itu mereka merasakan suasana yang sangat berbeda.

Keheningan alam menghadirkan keteduhan yang mendalam. Mereka berdoa bersama dalam suasana yang begitu khusyuk.

“Ada perasaan damai yang sulit dijelaskan. Seolah Tuhan begitu dekat dan memeluk kehadiran kami,” ungkap Romo Kefas.

Setelah berdoa, mereka membasuh wajah, tangan, dan kaki dengan air dari sendang tersebut. Bagi mereka, tindakan sederhana itu bukan sekadar membasuh tubuh, tetapi juga menjadi simbol penyegaran dan pembaruan diri di hadapan Tuhan.

Kedamaian di Dalam Goa Maria

Setelah dari Sindang Tirta Suci, rombongan melanjutkan langkah menuju Goa Maria yang berada tidak jauh dari sana.

Begitu memasuki Goa Maria, suasana damai langsung terasa. Tempat itu dipenuhi keheningan yang menenangkan hati.

Romo Kefas bersama keluarganya berdoa bersama, memohon berkat, perlindungan, serta kekuatan Tuhan dalam menjalani kehidupan.

Di tempat yang sederhana itu, mereka menemukan sesuatu yang sering hilang dalam kesibukan hidup manusia: ketenangan dan harapan.

Ziarah yang Menguatkan Iman

Bagi Romo Kefas, perjalanan menuju Goa Maria Melung memberikan pelajaran rohani yang sangat mendalam.

Tangga-tangga yang harus didaki menjadi simbol perjalanan iman manusia.

Tidak selalu mudah.
Tidak selalu ringan.
Namun setiap langkah yang ditempuh dengan doa selalu membawa seseorang semakin dekat kepada Tuhan.

“Perjalanan ini mengingatkan kami bahwa di tengah berbagai tantangan hidup, Tuhan selalu hadir memberikan kekuatan dan pengharapan,” ujarnya.

Kunjungan ke Goa Maria Melung pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi keluarga mereka. Perjalanan itu tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan kedamaian hati.

Bagi siapa saja yang datang dengan hati yang terbuka, tempat ini bukan sekadar destinasi wisata rohani.

Melainkan sebuah tempat di mana manusia dapat berhenti sejenak, menenangkan diri, dan kembali menemukan kedekatan dengan Tuhan di tengah keheningan alam.

About The Author

  • Related Posts

    Menyusuri Jalan Salib di Tajur Halang: Napaktilas Spiritual Romo Kefas yang Menguatkan Iman

    Spread the love

    Spread the loveKabupaten Bogor, FiladelfiaNews.com – Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, manusia sering kali membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Bukan untuk melarikan diri dari kehidupan, tetapi untuk kembali menemukan keheningan…

    Wisata Iman di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran: Perpaduan Iman Katolik dan Budaya Jawa

    Spread the love

    Spread the loveBantul, FiladelfiaNews.com – Di tengah suasana pedesaan yang tenang di selatan Yogyakarta, berdiri sebuah tempat ziarah Katolik yang unik dan sarat nilai sejarah, yakni Gereja Hati Kudus Tuhan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Jangan Mengeluh Kalau Tuhan Menolongmu Lewat Cara yang Tidak Kamu Suka

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?