FELLOWSHIP DI KEDAI CINA
Kesaksian PS Alfeus kepada Meja Redaksi
BINTULU, SARAWAK — Kebersamaan sederhana di sebuah kedai Cina menjadi momen persekutuan yang penuh makna bagi PS Alfeus dan beberapa kawan seiman.
Dalam suasana santai di salah satu kedai kopi di Bintulu, mereka berkumpul untuk fellowship atau persekutuan. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman hidup, pelayanan, dan pergumulan yang sedang dihadapi.
“Persekutuan seperti ini sangat berharga,” tutur PS Alfeus kepada Meja Redaksi. “Kami dapat saling mendengar, saling menguatkan, dan saling mendoakan.”
Mereka yang hadir bukan hanya sahabat biasa. Sebagian dari mereka adalah kontraktor muda yang sedang merintis usaha dan membangun masa depan. Di sisi lain, mereka juga aktif melayani sebagai pelayan dan pemimpin di gereja.
Di tengah percakapan yang hangat, PS Alfeus juga sempat menaikkan doa khusus bagi mereka. Doa dipanjatkan agar Tuhan memberikan hikmat, kekuatan, serta tuntunan dalam pekerjaan dan pelayanan mereka.
Menurutnya, persekutuan tidak selalu harus berlangsung dalam ibadah resmi. Percakapan di meja kedai, secangkir minuman hangat, dan doa yang tulus juga dapat menjadi sarana Tuhan untuk menguatkan iman.
“Ketika orang percaya berkumpul dan berbagi dengan tulus, di situlah persekutuan yang sejati terjadi,” ungkapnya.
Momen sederhana di kedai Cina itu kembali mengingatkan bahwa iman tidak hanya hidup di dalam gedung gereja, tetapi juga dalam keseharian, dalam pertemanan, dan dalam percakapan yang saling membangun.
Demikian kesaksian PS Alfeus.



Ps Alfeus Adrianus.Terimakasih kesaksiannya ya