Membangun Rumah, Menyatakan Kasih: BSPS di Humbahas Hadirkan Harapan Baru bagi Sesama
Humbang Hasundutan – Di balik program pemerintah dalam memperbaiki rumah tidak layak huni, tersimpan makna yang lebih dalam: tentang kasih, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Kunjungan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait ke Desa Nagasaribu IV, Kecamatan Lintong Nihuta, Kamis (26/3/2026), menjadi gambaran bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Rumah sebagai Tempat Bertumbuh dalam Iman
Bagi banyak keluarga, rumah adalah tempat di mana doa dipanjatkan, iman dibangun, dan kasih diajarkan dari generasi ke generasi. Ketika rumah menjadi layak, kehidupan keluarga pun ikut dipulihkan.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026, yang menargetkan 19.668 unit rumah di Sumatera Utara, termasuk 457 unit di Humbahas, menjadi sarana untuk menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat.
Gotong Royong: Wujud Nyata Kasih Kristiani
Di tengah pelaksanaan program, terlihat bagaimana masyarakat saling membantu dalam proses pembangunan. Mereka bekerja bersama tanpa memandang perbedaan, menunjukkan bahwa kasih dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Semangat gotong royong ini sejalan dengan nilai iman Kristen yang mengajarkan untuk saling melayani dan menanggung beban satu sama lain.
Apa yang terjadi di Humbahas bukan sekadar pembangunan rumah, melainkan kesaksian hidup tentang kebersamaan.
Dari Kepedulian Menuju Pemulihan
Wilayah Humbahas yang sebelumnya mengalami bencana kini perlahan bangkit. Infrastruktur kembali pulih, dan kehidupan masyarakat kembali berjalan.
Pemulihan ini menjadi tanda bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar ketika ada persatuan dan kepedulian.
Peran Pemerintah sebagai Alat Kebaikan
Melalui berbagai kebijakan dan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan untuk hidup lebih layak.
Dalam perspektif iman, upaya ini dapat dilihat sebagai bagian dari panggilan untuk menghadirkan kebaikan dan keadilan bagi semua orang.
Membangun Lebih dari Sekadar Bangunan
Program BSPS mengingatkan bahwa membangun rumah bukan hanya mendirikan tembok, tetapi juga membangun kehidupan, harapan, dan masa depan.
Ketika setiap pihak mengambil bagian—pemerintah, masyarakat, dan individu—maka terciptalah karya bersama yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dirasakan secara rohani.
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)
(Romo Kefas – Jurnalis Rohani)


