Filadelfianews.com
Shalom…
“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”
(Mazmur 55:22)
Persoalan memang tidak punya tangan—
tetapi ia bisa memukul keras di dalam dada.
Ia datang tanpa permisi.
Mengganggu pikiran.
Menguras tenaga.
Melelahkan jiwa.
Dan jujur saja,
tidak semua orang kuat menghadapi itu.
Ada hari di mana kita terlihat baik-baik saja,
tapi di dalam… kita sedang berjuang.
Namun satu hal yang harus kita ingat:
Tuhan tidak pernah mengizinkan kita masuk dalam persoalan tanpa tujuan.
Ia tidak sedang menghancurkan kita.
Ia sedang membentuk kita.
Ia tidak sedang menjauh.
Ia justru sedang bekerja—dalam cara yang sering tidak kita pahami.
Kadang Tuhan mengizinkan kita masuk dalam “labirin kehidupan”,
bukan untuk membuat kita tersesat—
tetapi untuk melatih kita mencari jalan yang benar.
Melatih iman.
Melatih ketekunan.
Melatih ketergantungan kita kepada-Nya.
Karena sering kali,
di saat kita kuat—kita lupa Tuhan.
Tetapi di saat kita lemah,
kita mulai mencari Dia dengan sungguh.
Dan di situlah kita menemukan sesuatu yang lebih berharga dari jawaban:
kita menemukan Tuhan sendiri.
Tidak semua persoalan langsung selesai.
Tidak semua doa langsung dijawab.
Tetapi selalu ada satu hal yang pasti:
Tuhan memelihara.
Tuhan menjaga.
Tuhan menyertai.
Mungkin hari ini jiwamu lelah.
Mungkin langkahmu terasa berat.
Mungkin hatimu penuh kekuatiran.
Tidak apa-apa.
Kamu tidak harus selalu kuat.
Yang penting—
jangan berjalan tanpa Tuhan.
Serahkan semuanya kepada-Nya.
Libatkan Tuhan dalam setiap langkah hidupmu.
Dalam setiap keputusan.
Dalam setiap rencana.
Seperti firman Tuhan berkata:
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
(Amsal 3:6)
Artinya,
bukan kita yang harus mengerti semuanya—
cukup percaya, dan Tuhan yang akan menuntun.
Hari ini, tetaplah berdiri.
Tetaplah berharap.
Tetaplah percaya.
Karena Tuhan Yesus Kristus
adalah penolong yang sudah terbukti—
bukan hanya dalam cerita,
tetapi dalam kehidupan nyata.
Tetap taat. Tetap setia. Tetap percaya.
Sekali Yesus, tetap Yesus.
God bless you all, family.
— Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K









