COMMON SENSE (AKAL SEHAT) Ketika Iman Kehilangan Nalar dan Emosi Mengalahkan Kebenaran
“…orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.”
— 1 Timotius 6:5
Ada satu anugerah Tuhan yang sering kita gunakan setiap hari, tetapi jarang kita syukuri: akal sehat (common sense).
Akal sehat adalah kemampuan untuk melihat kenyataan sebagaimana adanya, menimbang dengan jernih, dan mengambil keputusan berdasarkan kebenaran, bukan semata-mata karena emosi atau kepentingan pribadi.
Namun Alkitab memperingatkan bahwa manusia dapat kehilangan kemampuan itu.
Rasul Paulus menulis tentang orang-orang yang “tidak lagi berpikiran sehat”. Ini menunjukkan bahwa kehilangan akal sehat bukan hanya persoalan intelektual, melainkan juga persoalan rohani. Ketika hati menjauh dari kebenaran, pikiran pun kehilangan kejernihannya.
Ketika Emosi Menjadi Penguasa
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat bagaimana emosi mampu mengalahkan logika.
Orang yang sedang jatuh cinta kadang tidak lagi mampu melihat kesalahan orang yang dicintainya. Apa yang bagi orang lain tampak jelas sebagai kekeliruan, baginya terasa wajar.
Sebaliknya, orang yang dipenuhi kebencian juga mengalami hal yang sama. Apa pun yang dilakukan oleh orang yang dibencinya selalu dianggap salah. Fakta tidak lagi menjadi ukuran. Yang berbicara adalah emosi.
Fenomena ini semakin nyata di era media sosial.
Ada kelompok yang membela tokohnya apa pun yang terjadi. Sebaliknya, ada kelompok yang selalu mencari kesalahan lawannya meskipun kenyataannya tidak demikian.
Ketika fanatisme mengambil alih, akal sehat perlahan menghilang.
Daud: Ketika Hasrat Membungkam Hati Nurani
Alkitab memberikan contoh yang sangat nyata melalui kehidupan Raja Daud.
Daud adalah seorang yang mengasihi Tuhan. Namun ketika ia membiarkan keinginannya menguasai hati, ia kehilangan kejernihan berpikir.
Keinginannya terhadap Batsyeba tidak berhenti pada perzinahan. Demi menutupi dosanya, Daud merancang kematian Uria, salah satu prajurit yang paling setia kepadanya.
Apakah Daud tiba-tiba menjadi jahat?
Tidak.
Ia sedang kehilangan akal sehat karena membiarkan hawa nafsunya menguasai hati.
Dosa hampir selalu dimulai ketika manusia berhenti berpikir dalam terang kebenaran.
Ketika Agama Menjadi Alat Mencari Untung
Rasul Paulus kemudian menunjukkan bentuk kehilangan akal sehat yang lebih berbahaya, yaitu dalam kehidupan rohani.
Ia berbicara tentang orang-orang yang menganggap ibadah sebagai sarana memperoleh keuntungan.
Mereka tidak lagi mencari Tuhan.
Mereka mencari manfaat.
Mereka tidak lagi mengejar kebenaran.
Mereka mengejar kenyamanan.
Mereka tidak lagi mengutamakan kekudusan.
Mereka mengutamakan keuntungan pribadi.
Akibatnya, banyak orang mudah tergoda oleh janji-janji yang terdengar rohani tetapi sebenarnya memanfaatkan keserakahan manusia.
Mereka percaya bahwa semua yang mengatasnamakan Tuhan pasti benar.
Padahal Alkitab justru memerintahkan kita untuk menguji segala sesuatu dan berpegang kepada yang baik (1 Tesalonika 5:21).
Iman Tidak Pernah Bertentangan dengan Akal Sehat
Ada anggapan bahwa semakin beriman seseorang, semakin ia tidak perlu berpikir.
Pandangan ini tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.
Tuhan menciptakan manusia dengan hati untuk mengasihi-Nya dan pikiran untuk memahami kehendak-Nya.
Karena itu Rasul Paulus berkata:
“Berubahlah oleh pembaharuan budimu.”
(Roma 12:2)
Perhatikan, yang diperbarui bukan hanya hati, tetapi juga cara berpikir.
Iman Kristen bukanlah panggilan untuk mematikan nalar.
Sebaliknya, iman memurnikan cara berpikir agar selaras dengan kebenaran Allah.
Orang yang hidup dipimpin Roh Kudus tidak menjadi irasional. Ia justru semakin bijaksana, mampu membedakan yang benar dan yang salah, serta tidak mudah diombang-ambingkan oleh emosi maupun propaganda.
Renungan Hari Ini
Cobalah bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah keputusan-keputusan saya lebih banyak dipimpin oleh Firman Tuhan atau oleh emosi?
- Apakah saya masih bersedia menerima koreksi ketika salah?
- Apakah saya mengikut Kristus karena mengasihi Dia, atau hanya karena mengharapkan keuntungan dari-Nya?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting, sebab akal sehat yang diterangi Firman Tuhan akan menjaga kita dari banyak kesalahan.
Kesimpulan
Common Sense (akal sehat) adalah anugerah Allah yang harus dipelihara di bawah terang Firman-Nya.
Ketika hati dikuasai oleh hawa nafsu, fanatisme, kebencian, atau keserakahan, akal sehat akan kehilangan fungsinya.
Namun ketika pikiran terus diperbarui oleh kebenaran Tuhan, iman dan akal sehat akan berjalan berdampingan.
Orang percaya tidak dipanggil untuk menjadi pengikut yang mudah terpengaruh, tetapi menjadi murid Kristus yang mampu berpikir jernih, mengasihi dengan bijaksana, dan hidup berdasarkan kebenaran.
Sebab iman yang dewasa bukanlah iman yang mematikan akal sehat, melainkan iman yang menjadikan akal sehat tunduk kepada hikmat Allah.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Penulis: Ps. Welly Massie


