Kontingen Pesparawi Bali Mantapkan Langkah ke Manokwari Melalui Malam Doa Pengutusan
Denpasar, Bali – Semangat, doa, dan harapan mewarnai Malam Pengutusan Kontingen Pesparawi Provinsi Bali menuju ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Kegiatan yang berlangsung di GPIB Ekklesia, Tuban, Bali, pada Sabtu (6/6/2026) tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh peserta sebelum membawa nama Bali di tingkat nasional.
Acara diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan penampilan sejumlah kategori peserta yang akan berlaga di Pesparawi Nasional. Berbagai persembahan pujian ditampilkan oleh para peserta, mulai dari kategori solo remaja putra dan putri, paduan suara pria, paduan suara wanita, paduan suara dewasa campuran, hingga vokal solo anak.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan bendera kontingen sebagai simbol pelepasan resmi peserta menuju Manokwari. Penyerahan dilakukan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali melalui Kesbangpol kepada jajaran pimpinan LPPD Provinsi Bali sebagai penanggung jawab kontingen.
Mewakili Gubernur Bali, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi, S.E., menegaskan bahwa malam pengutusan bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan juga sarana memperkuat kesiapan mental, spiritual, dan kebersamaan seluruh peserta.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan selama proses persiapan diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis bernyanyi dan bermusik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta semangat kebangsaan yang tinggi.
Sementara itu, sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang dibacakan oleh Pembimas Kristen, Eva Florida Simanjuntak, M.Sn., menekankan bahwa Pesparawi merupakan wadah strategis bagi umat Kristiani untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan pelayanan, dan memuliakan Tuhan melalui seni pujian rohani.
Pesan senada juga disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M. Ia menyebut Pesparawi memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi, karena menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai daerah dalam semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap seluruh proses persiapan kontingen agar dapat tampil maksimal di ajang nasional.
Ajang Pesparawi Nasional XIV sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18–28 Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat. Kontingen Bali diharapkan mampu menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjadi duta budaya dan spiritual yang membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polda Bali, pimpinan gereja, pengurus LPPD, tokoh-tokoh Kristen di Bali, serta ratusan jemaat dan peserta yang memadati lokasi acara. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, gereja, dan masyarakat menunjukkan dukungan bersama bagi perjuangan Kontingen Pesparawi Bali dalam mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
Dengan doa dan dukungan yang mengalir dari berbagai pihak, Kontingen Pesparawi Bali kini semakin mantap melangkah menuju Manokwari, membawa harapan untuk meraih prestasi sekaligus mempersembahkan pujian terbaik bagi kemuliaan Tuhan.


