Allah Menulis di Atas Sejarah yang Tidak Sempurna

Spread the love

Filadelfianews.com – Makna Tersembunyi di Balik Nyanyian Debora
Hakim-hakim 5

Ada kecenderungan manusia untuk mengingat hanya bagian yang indah.

Kita suka menceritakan kemenangan,
tetapi mengubur kegagalan.
Kita ingin dikenang sebagai orang yang setia,
tanpa jejak kelemahan.

Namun Alkitab tidak menulis seperti itu.

Hakim-hakim 5—nyanyian kemenangan Debora—justru menjadi bukti bahwa
Allah tidak menghapus sejarah yang tidak sempurna, tetapi memakainya.

Di dalam satu nyanyian itu, kita melihat dua hal berjalan bersamaan:

Ada penyembahan berhala.
Ada hukuman Tuhan.

Namun ada juga pertobatan.
Ada keberanian untuk bangkit.
Ada kemenangan yang Tuhan berikan.

Ini bukan kisah yang rapi.
Ini kisah yang nyata.


Iman yang Tidak Steril, tetapi Hidup

Sering kali kita berpikir bahwa iman yang baik adalah iman yang tanpa noda.

Namun realitasnya, iman Israel penuh dengan kegagalan.

Mereka jatuh.
Mereka melupakan Tuhan.
Mereka mengalami akibatnya.

Namun mereka juga kembali.
Dan Tuhan tetap menyambut mereka.

Ini menunjukkan satu hal penting:

Iman bukan tentang kesempurnaan manusia,
tetapi tentang kesetiaan Allah.


Allah Bekerja di Tengah Ketidakkonsistenan Manusia

Di dalam nyanyian Debora, kita melihat kontras yang tajam:

  • Ada suku yang maju berperang
  • Ada yang memilih diam dan tidak peduli
  • Ada yang berkorban
  • Ada yang hanya memikirkan diri sendiri

Namun di tengah semua itu, rencana Tuhan tetap berjalan.

Ini mengejutkan.

Karena artinya, ketaatan manusia penting,
tetapi kedaulatan Tuhan lebih menentukan.

Ia tidak menunggu manusia menjadi sempurna baru bekerja.
Ia bekerja justru di tengah ketidaksempurnaan itu.


Rekam Jejak Iman Bukan Tentang Tanpa Salah, Tapi Tentang Arah

Masalah terbesar bukanlah jatuh.
Masalah terbesar adalah tidak berubah arah.

Israel jatuh berulang kali,
tetapi setiap kali mereka kembali kepada Tuhan,
sejarah mereka bergerak lagi menuju pemulihan.

Di situlah kita melihat inti iman:

Bukan garis lurus,
tetapi arah yang jelas.

Menuju Tuhan.


Apa yang Sedang Ditulis dari Hidup Kita?

Tanpa kita sadari, hidup kita juga sedang ditulis.

Bukan hanya oleh kita,
tetapi oleh Tuhan.

Setiap keputusan,
setiap respons terhadap kegagalan,
setiap langkah kembali kepada-Nya—
semua menjadi bagian dari rekam jejak iman kita.

Dan suatu hari nanti,
itu akan menjadi pelajaran bagi orang lain.

Allah tidak mencari cerita yang sempurna.
Ia sedang menulis cerita yang ditebus.

Rekam jejak iman yang berharga bukanlah hidup tanpa kegagalan,
tetapi hidup yang terus diarahkan kembali kepada Tuhan.


(Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.)

About The Author

  • Related Posts

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com – Ada satu pujian yang begitu sederhana, namun sangat dalam maknanya: “Allah itu baik” (God is so good). Lagu ini sering kita nyanyikan di gereja, di rumah,…

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfiaNews.com Belajar Jujur dari Gideon – Hakim-hakim 6:1–24 Ada satu pertanyaan yang sering kita simpan dalam hati… tapi jarang kita ucapkan dengan jujur: “Kalau Tuhan benar menyertai aku,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Konsolidasi Menguat, Ricardo Palijama Dipercaya Pimpin PMMBR Jabar

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    Ibadah Gabungan Kaum Wanita GPIAI Filadelfia Berlangsung Penuh Hadirat Tuhan di Tonjong

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    STAY IN GOD – ALLAH ITU BAIK

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    6 Hari dari Harapan ke Dugaan Suap: SP3 Sebut Kasus Ketua Ombudsman Guncang Kepercayaan Publik!

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Kalau Tuhan Menyertai, Kenapa Hidup Begini?

    Dr. Leo Fransisco: Pendidikan Iman Harus Berani Keluar dari Kelas dan Menyentuh Realitas

    Dr. Leo Fransisco: Pendidikan Iman Harus Berani Keluar dari Kelas dan Menyentuh Realitas