Sekretaris PW PGLII Jawa Barat Soroti Pentingnya Gereja Menjawab Tantangan Generasi dan Perubahan Sosial
Bandung, 18 Mei 2026 — Pasca berakhirnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bandung Periode 2025–2029, Sekretaris PW PGLII Provinsi Jawa Barat, Pdt. Ricardo R. J. Palijama, menegaskan bahwa gereja harus mampu menjawab tantangan generasi dan perubahan sosial yang terus berkembang di tengah masyarakat modern.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai tim media usai seluruh rangkaian kegiatan Rakerda selesai dilaksanakan di GKKI COCCC Bandung Textile Center, Kota Bandung.
Menurutnya, pelayanan gereja saat ini tidak lagi menghadapi tantangan yang sederhana. Perkembangan teknologi, perubahan pola hidup masyarakat, persoalan moral, hingga tantangan yang dihadapi generasi muda menjadi bagian dari realitas yang harus direspons secara serius oleh gereja.
“Gereja harus mampu membaca tanda zaman dan hadir memberikan jawaban yang benar melalui pelayanan yang relevan dan berdampak,” ujarnya.
Ia menilai bahwa Rakerda PGLII Kota Bandung menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali arah pelayanan gereja agar tetap mampu menjangkau kebutuhan masyarakat masa kini tanpa kehilangan dasar firman Tuhan.
Menurutnya, gereja harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, namun tetap menjaga nilai-nilai rohani dan panggilan pelayanan yang benar.
“Perubahan zaman tidak boleh membuat gereja kehilangan identitas rohaninya. Gereja harus tetap berdiri di atas kebenaran,” tegasnya.
Pdt. Ricardo R. J. Palijama juga menyoroti pentingnya membangun kesatuan antar gereja dan lembaga Injili sebagai kekuatan pelayanan bersama.
Ia mengatakan bahwa pelayanan akan menjadi lebih kuat ketika gereja mampu meninggalkan ego sektoral dan berjalan bersama dalam semangat persaudaraan.
“Kesatuan tubuh Kristus bukan hanya slogan organisasi, tetapi harus terlihat melalui kerja sama dan semangat saling mendukung dalam pelayanan,” katanya kepada tim media.
Selain itu, ia menilai gereja harus lebih aktif dalam membangun pelayanan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pelayanan sosial, pembinaan keluarga, penguatan generasi muda, pelayanan doa, penginjilan, hingga pengembangan pelayanan digital menjadi bagian penting yang menurutnya harus terus diperkuat.
“Hari ini gereja dituntut untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjawab kebutuhan mereka secara nyata,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan pesan kepada para pengurus baru PD PGLII Kota Bandung yang telah dilantik dan ditahbiskan dalam rangkaian Rakerda.
Menurutnya, jabatan dalam organisasi gereja bukan sekadar posisi, tetapi amanah pelayanan yang harus dijalankan dengan integritas, kesetiaan, dan kerendahan hati.
“Pengurus harus menjadi teladan dalam pelayanan, menjaga kekompakan, dan bekerja untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh program kerja yang telah dirumuskan dalam sidang pleno dapat diwujudkan secara nyata dan memberi dampak positif bagi gereja maupun masyarakat Kota Bandung.
Di akhir wawancara, Pdt. Ricardo R. J. Palijama mengajak seluruh gereja anggota PGLII untuk terus memperkuat persekutuan doa dan menjaga semangat persatuan dalam pelayanan.
Menurutnya, pelayanan yang besar akan lahir ketika gereja tetap berjalan dalam kasih dan memiliki kerinduan yang sama untuk melayani Tuhan serta menjadi berkat bagi masyarakat.
“Gereja harus tetap menjadi terang, membawa pengharapan, dan hadir sebagai jawaban di tengah perubahan zaman,” pungkasnya.
(Jurnalis: Tim)


