Filadelfianews.com – Hakim-hakim 13
Oleh: Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K. (Romo Kefas)
Kita hidup di zaman yang memuja kecepatan. Semua harus cepat: sukses cepat, jawaban cepat, bahkan ingin dipakai Tuhan pun serba cepat. Namun saat kita membuka Alkitab, kita menemukan sesuatu yang kontras—Tuhan justru bekerja dengan tenang, terukur, dan tidak pernah tergesa.
Ketika Israel berada dalam penindasan Filistin selama 40 tahun, Tuhan tidak langsung mengirim seorang pahlawan siap pakai. Ia memulai dari sesuatu yang tampak kecil: seorang perempuan mandul yang menerima janji (Hakim-hakim 13:2–3). Dari sana, proses dimulai. Ada aturan, ada penjagaan, ada disiplin—bahkan sebelum anak itu lahir.
Tuhan tidak hanya menyiapkan solusi, Ia menyiapkan pribadi.
Bayangkan seorang arsitek yang merancang gedung tinggi. Ia tidak memulai dari lantai atas, melainkan dari fondasi yang dalam dan kokoh. Semakin tinggi bangunan itu, semakin lama proses penguatan dasarnya. Orang yang melihat mungkin berkata, “Mengapa lama sekali?” Tetapi sang arsitek tahu—kesalahan di awal akan menghancurkan semuanya di akhir.
Demikianlah Tuhan bekerja. Ia tidak tergesa karena Ia tidak pernah gagal.
Alkitab berkata, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (Pengkhotbah 3:11). Bukan pada waktu kita, tetapi pada waktu-Nya. Dan waktu-Nya selalu tepat.
Simson dipersiapkan sejak dalam kandungan. Samuel sejak kecil diserahkan untuk melayani. Yohanes Pembaptis sudah ditetapkan sebelum lahir untuk membuka jalan bagi Mesias. Ini menunjukkan satu pola: semakin besar panggilan seseorang, semakin panjang proses pembentukannya.
Masalahnya, kita sering salah memahami proses. Kita mengira Tuhan lambat, padahal Ia sedang teliti. Kita mengira Tuhan diam, padahal Ia sedang membangun sesuatu yang tidak terlihat.
Seperti benih yang ditanam dalam tanah—tidak ada yang terlihat di permukaan. Hari demi hari tampak sama. Namun di bawah tanah, akar sedang bertumbuh. Dan ketika waktunya tiba, pertumbuhan itu akan terlihat sekaligus.
Rasul Paulus berkata, “Ia yang memulai pekerjaan yang baik… akan menyelesaikannya” (Filipi 1:6). Tuhan bukan hanya memulai, Ia juga menyempurnakan. Tidak setengah-setengah, tidak asal jadi.
Karena itu, jangan buru-buru ingin “dipakai” tanpa mau “dibentuk.” Jangan ingin hasil tanpa proses. Sebab Tuhan lebih peduli pada siapa kita menjadi, daripada apa yang kita capai.
Jika hari ini hidup terasa lambat, doa belum terjawab, atau jalan terasa panjang—jangan putus asa. Bisa jadi, itu bukan penundaan. Itu adalah pembangunan.
Sebab Tuhan yang tidak terburu-buru adalah Tuhan yang sedang menyiapkan sesuatu yang besar.
Apa yang dipersiapkan dengan dalam oleh Tuhan, akan dipakai dengan dahsyat pada waktu-Nya.







