Bukan Kurang Berkat, Tapi Kurang Bersyukur

Spread the love

Filadelfianews.com – Seorang pria memiliki pekerjaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Hidupnya sederhana, tapi stabil. Ia tidak pernah benar-benar kekurangan.

Namun suatu waktu, ia mulai sering melihat kehidupan orang lain—rumah yang lebih besar, barang yang lebih baru, pencapaian yang tampak lebih tinggi. Tanpa sadar, ia mulai membandingkan.

Apa yang dulu terasa cukup, kini terasa kurang.

Apa yang dulu disyukuri, kini dianggap biasa.

Ia mulai mengejar lebih: bekerja tanpa henti, mengambil risiko, bahkan mengorbankan hal-hal yang dulu ia hargai. Tapi anehnya, semakin banyak yang ia kejar, semakin ia merasa tidak puas.

Sampai akhirnya ia menyadari satu hal sederhana:

bukan hidupnya yang kekurangan,

tetapi rasa syukurnya yang memudar.

Ada sebuah prinsip hidup yang sederhana namun dalam:

cukupkan diri dengan apa yang ada, dan nikmati bagian yang memang menjadi milik kita.

Seringkali, masalah bukan pada seberapa banyak yang kita miliki, tetapi pada bagaimana kita memandangnya.

Ketika kita terus membandingkan:

Kita kehilangan kemampuan untuk menikmati apa yang sudah ada

Kita merasa tertinggal, meskipun sebenarnya tidak

Kita membuka ruang bagi keinginan yang tidak pernah selesai

Padahal setiap orang memiliki “porsi” hidupnya masing-masing. Tidak selalu sama, tidak selalu seimbang, tetapi cukup untuk dijalani dengan baik jika kita menerimanya dengan hati yang benar.

Rasa syukur bukan berarti berhenti bertumbuh, tetapi tahu kapan harus berhenti membandingkan.

Tanpa rasa syukur, apa pun tidak akan pernah cukup.

Dengan rasa syukur, yang sederhana pun terasa berarti.

Refleksi Pribadi

Apakah saya terlalu sering membandingkan hidup saya dengan orang lain?

Apakah saya masih bisa menikmati apa yang sudah saya miliki hari ini?

Apa satu hal sederhana yang bisa saya syukuri saat ini?

Kadang, yang perlu diubah bukan keadaan kita—

tetapi cara kita melihatnya.

Karena seringkali…

bukan hidup yang kurang memberi,

tetapi hati yang lupa menghargai.

(rt / rgy)

About The Author

  • Related Posts

    KETIKA YANG PALING KUAT TERNYATA PALING TERTEKAN

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com – Ada satu tipe orang yang jarang disorot—bukan karena hidupnya mudah, tapi karena dia terlalu pandai menyembunyikan sulitnya. Dia seperti lilin di tengah gelap. Menerangi banyak orang……

    “Ia Bersaksi, Lalu Pergi…”: Cinta, Iman, dan Perpisahan yang Menguatkan Abraham Ricky Hosada

    Spread the love

    Spread the loveJakarta, 24 April 2026  — Tidak ada yang tahu, kesaksian itu akan menjadi yang terakhir. Minggu sore, 12 April 2026, dimulai seperti hari pelayanan biasa bagi Abraham Ricky…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Bukan Kurang Berkat, Tapi Kurang Bersyukur

    Bukan Kurang Berkat, Tapi Kurang Bersyukur

    SETIA TANPA HIKMAT: KETIKA IMAN MENJADI BUMERANG

    SETIA TANPA HIKMAT: KETIKA IMAN MENJADI BUMERANG

    CERMINAN IMAN

    CERMINAN IMAN

    From Bali to the Nations: WOW Conference 2026 Sparks a Global Call for Women to Lead

    From Bali to the Nations: WOW Conference 2026 Sparks a Global Call for Women to Lead

    KETIKA YANG PALING KUAT TERNYATA PALING TERTEKAN

    KETIKA YANG PALING KUAT TERNYATA PALING TERTEKAN

    KETIKA KRISTUS TIDAK BERISIK: IMAN YANG SUNYI, HIDUP YANG BERBICARA

    KETIKA KRISTUS TIDAK BERISIK: IMAN YANG SUNYI, HIDUP YANG BERBICARA