Santapan Harian: Tetap Sampaikan Kebenaran

Spread the love

Filadelfianews.com – Hakim-hakim 11:12–28

Oleh: Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K. (Romo Kefas)

Kebenaran tidak selalu disambut, meski disampaikan dengan cara terbaik. Itulah realitas yang dihadapi Yefta. Ketika difitnah oleh raja bani Amon, ia tidak langsung mengangkat senjata. Ia memilih jalan yang lebih tinggi: menjelaskan kebenaran melalui diplomasi.

Yefta menyampaikan fakta sejarah Israel dengan runtut dan jujur—bahwa mereka tidak merampas wilayah Amon, melainkan menerima tanah dari tangan Tuhan setelah kemenangan atas bangsa Amori (Hakim-hakim 11:16–22). Ia tidak membalas dengan emosi, melainkan berdiri di atas kebenaran.

Namun hasilnya? Ditolak.
“Raja bani Amon tidak mendengarkan perkataan yang disampaikan Yefta” (Hakim-hakim 11:28).

Di sinilah kita belajar: tugas orang percaya bukan memastikan kebenaran diterima, tetapi memastikan kebenaran disampaikan dengan setia.

Bayangkan seorang pembawa obor di tengah malam. Ia berjalan menerangi jalan, tetapi tidak semua orang mau mengikuti arah yang ia tunjukkan. Ada yang memilih tetap berjalan dalam gelap. Namun tugas pembawa obor bukan memaksa orang lain melihat terang, melainkan tetap menjaga apinya agar tidak padam.

Demikian juga kebenaran. Firman Tuhan adalah terang, seperti tertulis:
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105).
Kita dipanggil untuk membawa terang itu, bukan mengendalikan bagaimana orang lain meresponsnya.

Rasul Paulus menegaskan, “Beritakanlah firman… dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2 Timotius 4:2). Artinya, penyampaian kebenaran harus dilakukan dengan ketekunan, bukan emosi. Dengan hikmat, bukan kemarahan.

Kebenaran yang benar harus disampaikan dengan cara yang benar.

Itulah sebabnya Alkitab juga berkata,
“Hendaklah kamu berkata benar seorang kepada yang lain” (Efesus 4:25),
dan sekaligus,
“Hendaklah perkataanmu senantiasa penuh kasih” (Kolose 4:6).

Kebenaran tanpa kasih menjadi keras. Kasih tanpa kebenaran menjadi lemah. Tetapi ketika keduanya berjalan bersama, di situlah karakter Kristus dinyatakan.

Yesus sendiri adalah teladan tertinggi. Ia adalah kebenaran (Yohanes 14:6), namun sering ditolak. Bahkan terang itu datang ke dunia, tetapi dunia tidak menerimanya (Yohanes 1:11). Penolakan tidak pernah mengubah kebenaran itu sendiri.

Demikian pula dalam hidup kita. Akan ada saat ketika kita disalahpahami, ditolak, atau bahkan dilawan ketika menyampaikan yang benar. Namun itu bukan alasan untuk diam.

Yang Tuhan kehendaki bukan hasil instan, tetapi kesetiaan.

Karena itu, tetaplah sampaikan kebenaran.
Dengan hati yang bersih, dengan kata-kata yang bijak, dan dengan kasih yang tulus.

Sebab pada akhirnya, kebenaran tidak bergantung pada penerimaan manusia, tetapi pada sumbernya—Tuhan sendiri.

Tetap sampaikan, sebab kebenaran tidak pernah sia-sia.

About The Author

  • Related Posts

    Menjaga Hati: Mata Air Kehidupan

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com – Di zaman ketika segala sesuatu bergerak begitu cepat, manusia sering kali lebih sibuk merawat apa yang tampak daripada memperhatikan apa yang tersembunyi. Kita menjaga nama baik,…

    Iman yang Tidak Selalu Indah, Tapi Selalu Benar

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com Bacaan: Ibrani 11 Di zaman ini, iman sering dipasarkan seperti janji kenyamanan. Seolah-olah mengikuti Tuhan berarti hidup akan selalu naik, lancar, dan penuh keberhasilan. Namun, Ibrani 11…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    KETIKA YANG PALING KUAT TERNYATA PALING TERTEKAN

    KETIKA YANG PALING KUAT TERNYATA PALING TERTEKAN

    KETIKA KRISTUS TIDAK BERISIK: IMAN YANG SUNYI, HIDUP YANG BERBICARA

    KETIKA KRISTUS TIDAK BERISIK: IMAN YANG SUNYI, HIDUP YANG BERBICARA

    TETAPLAH MENJADI PENGGERAK

    TETAPLAH MENJADI PENGGERAK

    DI BALIK PINTU YANG TERTUTUP, SAAT RASA AMAN DIKHINATI

    DI BALIK PINTU YANG TERTUTUP, SAAT RASA AMAN DIKHINATI

    NAKODA BARU PUNGUAN ARUAN JABODETABEK RESMI DILANTIK, USUNG VISI ADAT DAN MODERNISASI HINGGA 2029

    NAKODA BARU PUNGUAN ARUAN JABODETABEK RESMI DILANTIK, USUNG VISI ADAT DAN MODERNISASI HINGGA 2029

    Santapan Harian: Tetap Sampaikan Kebenaran

    Santapan Harian: Tetap Sampaikan Kebenaran