Tuhan Tidak Terlambat—Kita yang Terburu Menyimpulkan

Spread the love

Filadelfianews.com – Belajar dari Mazmur 126 tentang Pemulihan yang Tidak Instan

“Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi.”

Ada satu momen yang sering tidak kita sadari dalam hidup:

bukan saat Tuhan menolong,
tetapi saat Tuhan belum menolong.

Di titik itulah iman diuji.


Masalah Kita: Terlalu Cepat Menyimpulkan

Saat doa belum dijawab, kita mulai berpikir:

  • “Mungkin Tuhan tidak dengar.”
  • “Mungkin ini tidak akan berubah.”
  • “Mungkin hidup memang begini.”

Tanpa sadar, kita menutup cerita…
padahal Tuhan belum selesai menulisnya.


Mazmur 126: Akhir yang Indah, Tapi Proses yang Perih

Mazmur ini sering dibaca sebagai kisah sukacita.

Tapi kita lupa—
sebelum ada tawa, ada tangis.

Sebelum ada panen, ada penaburan.
Dan penaburan itu bukan biasa-biasa saja.

Itu dilakukan dengan air mata.

Artinya, pemulihan tidak dimulai dari keajaiban,
tetapi dari kesetiaan di tengah kesakitan.


Tuhan Bekerja di Bagian yang Tidak Kita Lihat

Sering kali kita hanya fokus pada hasil.

Padahal Tuhan banyak bekerja di proses yang tersembunyi:

  • membentuk karakter
  • melatih kesabaran
  • memperdalam ketergantungan kepada-Nya

Kita ingin perubahan cepat.
Tuhan ingin perubahan yang dalam.


Kenapa Harus Menunggu?

Karena jika Tuhan langsung memulihkan tanpa proses,
kita mungkin akan:

  • lupa bersyukur
  • tidak bertumbuh
  • kembali jatuh di tempat yang sama

Pemulihan bukan hanya tentang keadaan berubah,
tetapi tentang hidup yang diperbarui.


Saat Pemulihan Itu Datang

Mazmur berkata:
“Seperti orang yang bermimpi.”

Bukan karena tidak nyata,
tetapi karena terlalu luar biasa dibandingkan dengan masa lalu.

Dan di titik itu, kita akan sadar:

semua tangis,
semua doa,
semua penantian—
tidak pernah sia-sia.

Kalau hari ini belum ada perubahan,
jangan buru-buru menyerah.

Bisa jadi,
Tuhan tidak sedang diam—
Dia sedang bekerja di bagian yang belum kamu lihat.

Pemulihan Tuhan bukan terlambat,
tetapi selalu tepat—
pada waktu dan cara-Nya.


(Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.)


About The Author

  • Related Posts

    Ketika Legitimasi Tidak Sama dengan Kehendak Allah

    Spread the love

    Spread the loveHakim-hakim 9:1–21 Tidak semua yang “resmi” itu benar. Tidak semua yang “didukung banyak orang” itu berasal dari Allah. Kisah Abimelekh membuka sebuah realitas yang sering kita abaikan: legitimasi…

    Bukan Sekadar Menunjuk Jalan—Kristus Adalah Jalan Itu Sendiri

    Spread the love

    Spread the loveFiladelfianews.com Yohanes 14:4–7 “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Banyak orang mencari “jalan hidup”. Ada yang mengejar arah melalui…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Filadelfia News

    Pangkostrad Pimpin Sertijab, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

    Pangkostrad Pimpin Sertijab, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Adaptif

    Dari Teori ke Praktik, Taruna Akmil Uji Kemampuan di Yonbekang 2 Kostrad

    Dari Teori ke Praktik, Taruna Akmil Uji Kemampuan di Yonbekang 2 Kostrad

    Renang Militer Jadi Ujian Fisik, Kostrad Perkuat Profesionalisme Prajurit

    Renang Militer Jadi Ujian Fisik, Kostrad Perkuat Profesionalisme Prajurit

    Air Bersih Jadi Prioritas, Satgas Kostrad Lakukan Aksi Lingkungan di Perbatasan

    Air Bersih Jadi Prioritas, Satgas Kostrad Lakukan Aksi Lingkungan di Perbatasan

    Yonarmed 12 Kostrad Gelar Aksi Kesehatan, Dari Bubur Bergizi hingga Pemeriksaan Warga

    Yonarmed 12 Kostrad Gelar Aksi Kesehatan, Dari Bubur Bergizi hingga Pemeriksaan Warga

    Menjaga Nafas Demokrasi di Tengah Riuhnya Kepentingan

    Menjaga Nafas Demokrasi di Tengah Riuhnya Kepentingan