FiladelfiaNews.com
Ada satu hal yang sering kita lupa saat melihat salib:
Yesus tidak hanya mati—
Ia menderita dengan sadar, perlahan, dan penuh kasih.
Bukan kebetulan.
Bukan kecelakaan.
Bukan tanpa tujuan.
Setiap bilur itu… ada namamu di sana.
Kita hidup di dunia yang menghindari rasa sakit.
Sedikit luka, kita mundur.
Sedikit kecewa, kita menyerah.
Tapi lihat Yesus.
Ia tidak lari dari penderitaan—Ia menjalaninya sampai tuntas.
Bukan karena Ia lemah.
Tetapi karena kasih-Nya terlalu besar untuk berhenti di tengah jalan.
Kita pikir sembuh itu berarti:
hidup lancar, masalah hilang, semua baik-baik saja.
Tapi Alkitab berkata berbeda:
“Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.”
Artinya?
Kesembuhan sejati tidak selalu terlihat di luar—
tetapi terjadi di dalam.
Kamu mungkin masih bergumul.
Masalahmu belum selesai.
Hatimu masih terasa berat.
Tapi kalau hari ini kamu masih bisa bertahan,
masih bisa bangkit,
masih punya harapan—
itu bukan karena kamu kuat.
Itu karena bilur-bilur Kristus sedang bekerja dalam hidupmu.
Yesus tidak hanya disalibkan.
Ia dicambuk.
Ia dihina.
Ia ditolak.
Dan yang paling dalam—
Ia menanggung dosa yang bukan milik-Nya.
Semua itu bukan sekadar sejarah.
Itu adalah harga yang dibayar untuk memulihkan hidupmu hari ini.
Jadi setiap kali kamu merasa tidak berharga,
ingat ini:
Ada seseorang yang rela hancur supaya kamu tetap utuh.
Mungkin kamu sedang diam-diam berjuang.
Tidak semua orang tahu.
Tidak semua orang mengerti.
Tapi Tuhan tahu.
Dan bukan hanya tahu—
Ia sudah lebih dulu masuk ke dalam rasa sakit itu.
Kamu tidak sendirian.
Kamu tidak ditinggalkan.
Dan kamu tidak sedang sia-sia.
Yesus tidak mati supaya hidupmu sempurna—
Ia mati supaya kamu tidak hancur, bahkan ketika hidupmu tidak baik-baik saja.
Hari ini, jangan hanya mengingat salib sebagai simbol.
Biarkan salib menjadi pengingat bahwa:
kasih Tuhan tidak pernah setengah-setengah.
Ia terluka…
supaya kamu tetap berdiri.
Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.


