Bogor – Di tengah sukacita Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, pesan rohani yang mendalam disampaikan oleh sosok yang akrab disapa Romo Kefas, Ev. Kefas Hervin Devananda, SH., S.Th., M.Pd.K. Dari Kota Bogor, ia menyampaikan ucapan kepada sahabat-sahabat Muslim yang merayakan, dengan penekanan pada nilai kasih, pengampunan, dan pemulihan sebagai inti kehidupan iman.
Sebagai Pemimpin Redaksi Pelitanusantara.com, penggiat budaya, aktivis, sekaligus rohaniawan dalam sinode GPIAI, Romo Kefas mengajak umat untuk memaknai Idul Fitri sebagai panggilan spiritual yang melampaui sekadar tradisi.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin untuk saudara-saudara Muslim. Kiranya momen suci ini menjadi ruang bagi setiap hati untuk dipulihkan, dilembutkan, dan dipenuhi dengan kasih yang sejati,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dalam terang nilai-nilai iman, pengampunan bukan hanya kata, melainkan tindakan nyata yang lahir dari hati yang diperbarui. Menurutnya, setiap manusia dipanggil untuk hidup dalam damai, menjadi pembawa kasih, serta menjembatani perbedaan dengan kerendahan hati.
Romo Kefas juga mengingatkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati dan mengasihi, sebagaimana nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam kehidupan rohani.
Dalam refleksinya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai waktu perenungan, agar setiap pribadi mampu melepaskan kepahitan, mengampuni dengan tulus, dan melangkah dalam terang kasih Tuhan.
Pesan ini menjadi kesaksian bahwa nilai-nilai spiritual mampu melampaui sekat-sekat perbedaan, menghadirkan damai sejahtera, serta memperkuat persaudaraan sejati di tengah kehidupan bangsa.
Dari Bogor, Romo Kefas menyuarakan harapan agar Idul Fitri menjadi momentum pemulihan hati, peneguhan iman, dan lahirnya kehidupan yang lebih penuh kasih, damai, dan berkenan di hadapan Tuhan.
Jurnalis: Wanjuntak


