Jakarta — Peristiwa kekerasan yang menimpa aktivis hak asasi manusia kembali menggugah keprihatinan banyak pihak. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan menjadi korban penyiraman cairan keras oleh orang tak dikenal setelah menghadiri kegiatan rekaman podcast pada Kamis malam.
Insiden tersebut tidak hanya menyisakan luka fisik bagi korban, tetapi juga menjadi panggilan moral bagi masyarakat luas untuk kembali merenungkan pentingnya menjaga nilai keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap martabat sesama.
Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), disampaikan bahwa serangan dilakukan oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor. Keduanya diduga mendekati korban sebelum menyiramkan cairan keras yang menyebabkan luka bakar pada sejumlah bagian tubuh Andrie Yunus, termasuk pada area wajah dan mata.
Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai kekerasan terhadap individu yang memperjuangkan keadilan merupakan pengingat bahwa perjuangan menegakkan kebenaran sering kali tidak lepas dari tantangan dan risiko.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi panggilan bagi masyarakat, khususnya umat beriman, untuk tidak kehilangan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
“Dalam iman Kristen, membela keadilan dan menjaga martabat manusia adalah bagian dari panggilan moral. Kekerasan tidak boleh membuat kita berhenti menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Andrie Yunus selama ini dikenal aktif dalam berbagai upaya advokasi yang berkaitan dengan penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Keterlibatannya dalam kerja-kerja kemanusiaan membuat peristiwa yang menimpanya menjadi perhatian luas dari berbagai kalangan.
Gomar Gultom juga mengajak gereja dan masyarakat untuk terus meneguhkan komitmen pada nilai kasih, keadilan, dan keberanian moral di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Menurutnya, iman tidak hanya dihidupi dalam doa, tetapi juga diwujudkan melalui keberpihakan pada kebenaran serta perlindungan terhadap mereka yang lemah dan tertindas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang demokrasi dan perjuangan kemanusiaan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas iman.
Publik kini berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut secara tuntas, sehingga keadilan dapat ditegakkan dan rasa aman di tengah masyarakat dapat kembali terjaga.
Di tengah keprihatinan tersebut, banyak pihak mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan bagi Andrie Yunus serta memohon agar Tuhan memberi kekuatan bagi setiap orang yang terus berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan di tengah dunia.
APM
Editor: Romo Kefas


