(rt/rgy)
FiladelfiaNews.com Dalam kehidupan, tidak ada seorang pun yang benar-benar bebas dari penderitaan. Kadang datang dalam bentuk masalah keluarga, tekanan hidup, kekecewaan, atau pergumulan yang terasa berat. Pada saat-saat seperti itu, kita sering bertanya dalam hati, “Mengapa ini harus terjadi?”
Seperti seorang tukang kebun yang memangkas pohon agar bertumbuh lebih baik, demikian pula Tuhan kadang mengizinkan proses yang tidak nyaman terjadi dalam hidup kita. Pemangkasan memang terasa menyakitkan, tetapi tujuannya bukan untuk merusak, melainkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik.
Rasul Petrus menulis kepada orang-orang percaya yang sedang mengalami berbagai penderitaan. Ia mengingatkan bahwa pencobaan yang mereka alami bukanlah sesuatu yang sia-sia. Justru melalui semua itu, iman mereka sedang dimurnikan, seperti emas yang diuji di dalam api.
Sering kali kita tidak langsung melihat tujuan dari penderitaan yang kita alami. Namun Tuhan melihat lebih jauh daripada yang kita lihat. Ia sedang membentuk karakter, ketekunan, dan iman yang lebih kuat di dalam diri kita.
Karena itu, jangan cepat menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup. Mungkin saat ini kita hanya melihat rasa sakitnya, tetapi di tangan Tuhan setiap proses memiliki tujuan. Melalui penderitaan itu, iman kita dimurnikan dan kehidupan kita dipersiapkan untuk memuliakan Dia.
Pada akhirnya, iman yang telah dimurnikan melalui proses hidup jauh lebih berharga daripada emas yang fana.
“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana.”
(1 Petrus 1:6-7)


