Bogor, 5 April 2026 – Peringatan Paskah kembali menjadi momen reflektif bagi umat Kristiani untuk meneguhkan makna kebangkitan dalam kehidupan. Tidak hanya sebagai perayaan iman, Paskah juga dipandang sebagai kesempatan untuk memperbarui komitmen hidup yang lebih bermakna dan berdampak.
Hal ini disampaikan oleh Ev. Kefas Hervin Devananda, SH, STh, MPdK, atau yang akrab disapa Romo Kefas. Ia dikenal sebagai aktivis, penggiat budaya, sekaligus rohaniawan di Sinode GPIAI Filadelfia Bogor, serta Pemimpin Redaksi Pelita Nusantara Group.
Dalam pandangannya, Paskah mengandung pesan penting tentang perubahan yang harus dimulai dari dalam diri. Ia menekankan bahwa kebangkitan tidak hanya dipahami sebagai peristiwa iman, tetapi juga sebagai dorongan untuk memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh.
Romo Kefas menilai bahwa nilai-nilai Paskah seperti pengharapan dan kasih seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap hidup yang mencerminkan nilai tersebut akan memberikan dampak positif, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika kehidupan modern, banyak orang cenderung menjalani rutinitas tanpa makna yang mendalam. Oleh karena itu, Paskah diharapkan menjadi titik refleksi untuk kembali menata arah hidup agar lebih selaras dengan nilai-nilai kebaikan.
Selain itu, Romo Kefas mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menghidupi makna Paskah. Ia menilai bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa semangat kebangkitan dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan demikian, Paskah tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kehidupan yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab terhadap sesama.
Menutup pernyataannya, Romo Kefas menyampaikan ucapan kepada seluruh masyarakat yang merayakan:
“Selamat merayakan Paskah bagi keluarga, sahabat, dan semua yang terkasih.”


