Langkah Bijak Menjaga Ciptaan: Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging
BEKASI — Upaya menjaga kelestarian bumi sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual terus diwujudkan dalam langkah nyata. Pemerintah Kota Bekasi menghadiri peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di kawasan Summarecon Mall Bekasi, Rabu (1/4/2026).
Fasilitas berkapasitas 2,7 Mega Volt Ampere (MVA) ini bukan sekadar kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Wakil Wali Kota Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjaga lingkungan hidup adalah bagian dari panggilan bersama, tidak hanya sebagai warga negara, tetapi juga sebagai manusia yang dipercaya untuk memelihara bumi.
“Langkah menuju energi bersih adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk menjaga ciptaan Tuhan agar tetap lestari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perubahan kecil, seperti beralih ke kendaraan listrik, dapat menjadi kontribusi besar jika dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.
Peresmian SPKLU ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pengelola kawasan serta PT PLN (Persero), yang menunjukkan adanya semangat kolaborasi dalam menghadirkan solusi bagi keberlanjutan lingkungan.
Dalam perspektif iman, kehadiran fasilitas ini dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama dan generasi yang akan datang. Lingkungan yang bersih dan udara yang sehat adalah bagian dari berkat yang perlu dijaga bersama.
PLN sebagai penyedia energi juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan SPKLU di berbagai daerah, agar semakin banyak masyarakat dapat beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan hadirnya SPKLU Ultra Fast Charging ini, Kota Bekasi tidak hanya bergerak menuju kemajuan teknologi, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kasih terhadap bumi sebagai rumah bersama.
Langkah ini menjadi pengingat bahwa merawat lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan panggilan bersama untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan.
Jurnalis: Romo Kefas







