Pemimpin Turun Tangan! Pdt. Sahaya Simbolon Buktikan Visi Bukan Sekadar Kata di Perintisan One Gospel Cimahi
Cimahi, 29 Maret 2026 — Filadelfianews.com — Kehadiran Ketua Badan Pemeriksa Perbendaharaan (BPP) GGP, Pdt. Sahaya Simbolon, SH, di tengah Jemaat Perintisan GGP One Gospel Cimahi menjadi momentum yang menggugah. Bukan sekadar kunjungan formal, tetapi sebuah bukti nyata bahwa kepemimpinan sejati hadir, menyentuh, dan berjalan bersama jemaat.
Kunjungan yang berlangsung pada Minggu (29/03/2026) ini memberikan semangat baru bagi jemaat yang tengah menjalani proses perintisan pelayanan. Di tengah dinamika pelayanan, kehadiran seorang pemimpin bukan hanya memberi dorongan moral, tetapi juga meneguhkan arah dan tujuan pelayanan.
Pdt. Sahaya Simbolon menunjukkan bahwa visi Threefold yang selama ini digaungkan bukan sekadar konsep, melainkan kehidupan yang dihidupi secara nyata di lapangan. Dengan penuh kasih, ia menyapa jemaat, memberikan penguatan rohani, serta memperlihatkan bahwa pelayanan bukan hanya tentang struktur dan program, tetapi tentang kehadiran dan keteladanan.
Pelayanan perintisan di Cimahi menjadi gambaran nyata bagaimana gereja bertumbuh dari hal-hal kecil menuju dampak yang lebih besar. Bukan hanya soal jumlah, tetapi pembentukan iman dan karakter yang kuat sebagai fondasi gereja masa depan.
Dampak kepemimpinan yang hadir dan setia juga dirasakan oleh jemaat GGP di Batam. Dari proses perintisan yang sederhana, pelayanan di wilayah tersebut kini telah berkembang menjadi jemaat yang mandiri hingga terbentuknya Majelis Daerah Kepulauan Riau—sebuah perjalanan yang lahir dari kesetiaan dan ketekunan.
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-103 GGP Nasional, semangat kebersamaan semakin terasa. Jemaat mengikuti ibadah di One Gospel pukul 10.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor untuk menghadiri perayaan nasional tersebut. Perjalanan ini bukan sekadar mobilitas fisik, tetapi simbol kesatuan visi dan hati dalam satu gerakan besar.
Pesan kuat yang mengemuka dalam seluruh rangkaian pelayanan ini adalah tentang nilai kesetiaan. Dalam dunia yang mudah berubah, kesetiaan menjadi sesuatu yang mahal dan tidak semua orang mampu menjaganya.
“Kesetiaan memang mahal harganya, namun pengkhianatan adalah hal yang dibenci oleh Allah,” menjadi penegasan yang menggugah dan mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya integritas dalam panggilan iman.
Dengan kepemimpinan yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak, GGP terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pelayanan yang hidup, berdampak, dan menjangkau lebih banyak jiwa.
Jurnalis: Romo Kefas
Sumber: Internal Pelayanan GGP


